Share ke media
Politik

Alat Panen Berkapasitas Besar Mulai Diperluas, Petani Kutim Dapat Enam Combine

18 Sep 2026 03:00:29303 Dibaca
No Photo

Kutai Timur – Dukungan terhadap mekanisasi pertanian di Kabupaten Kutai Timur terus dilakukan melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Pada 2026, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) menyalurkan enam unit combine harvester untuk membantu kelompok tani dan Brigada Pangan dalam proses panen padi.


Penggunaan alat panen berkapasitas besar tersebut diharapkan dapat mengurangi waktu dan tenaga yang dibutuhkan petani ketika memasuki masa panen. Mekanisasi juga menjadi salah satu upaya untuk membuat pekerjaan pertanian lebih efisien, terutama pada lahan yang membutuhkan penanganan dalam waktu relatif singkat.


Plt Kepala DTPHP Kabupaten Kutai Timur Purno Edi mengatakan pengadaan combine harvester menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap kebutuhan petani di sejumlah kawasan produksi pangan.


“Di alat yang besar, combine harvester, ini untuk alat panen itu ada enam,” kata Purno Edi di Kantor DTPHP Kutai Timur, Rabu (30/9/2026).


Menurutnya, enam unit tersebut merupakan mesin panen padi berukuran besar yang ditempatkan untuk mendukung kelompok penerima di beberapa wilayah. Penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan kelompok yang terlibat dalam kegiatan produksi pangan.


“Combine itu ada enam, alat panen padi yang besar itu,” ujarnya.


Salah satu unit disalurkan kepada kelompok tani yang tergabung dalam Brigada Pangan Berapo Sejahtera di Kecamatan Long Mesangat. Kelompok tersebut dipimpin Suwardi dan menjadi salah satu penerima dukungan alat panen dari pemerintah daerah.


“Yang pertama untuk Kecamatan Long Mesangat itu di kelompok tani, di Brigada Pangan Berapo Sejahtera, ketuanya Pak Suwardi,” sebutnya.


Penerima lainnya adalah Brigada Pangan Nemani Urip yang diketuai Titus Udau. Selain dua kelompok tersebut, penyaluran enam combine harvester juga mencakup wilayah Telen dan Sangatta Selatan.


“Kemudian di combine itu Brigada Pangan Nemani Urip, itu Pak Titus Udau,” tuturnya.


Penguatan mekanisasi pertanian tidak hanya dilakukan melalui mesin panen. DTPHP juga memberikan dukungan berupa traktor roda empat, rotavator, dan hand tractor yang dapat digunakan untuk membantu pekerjaan pengolahan lahan.


Keberadaan berbagai jenis alsintan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan pertanian di lapangan. Traktor dan rotavator dapat membantu proses persiapan lahan, sedangkan hand tractor digunakan untuk mendukung pekerjaan pada area yang membutuhkan alat dengan ukuran dan fungsi berbeda.


Menurut DTPHP, mekanisasi diperlukan karena efisiensi waktu dan tenaga menjadi salah satu faktor penting dalam kegiatan pertanian. Dengan bantuan alat berkapasitas lebih besar, pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan tenaga dan waktu lebih panjang dapat dilakukan dengan dukungan mesin.


“Alat berat yang bisa digunakan oleh petani kita, ini sangat membantu secara efisiensi kerja,” jelasnya.


Penyaluran alsintan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan kelompok tani dalam menjalankan rangkaian kegiatan produksi, mulai dari persiapan lahan hingga panen. Pemerintah daerah juga mendorong agar alat yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pertanian bersama di masing-masing wilayah.


Melalui peningkatan penggunaan mekanisasi, DTPHP menargetkan pekerjaan pertanian dapat berlangsung lebih efektif. Dukungan tersebut sekaligus diarahkan untuk membantu petani menghadapi kebutuhan produksi yang terus berkembang dan memperkuat produktivitas sektor pertanian Kutai Timur. (SH/ADV)

Terkini