Share ke media
Politik

Panen Raya Kobun Capai 3.000 Ton, Serapan Jadi Perhatian

06 Oct 2026 04:00:37303 Dibaca
No Photo

Kutai Timur - Panen raya padi di kawasan Kobun, Kutai Timur (Kutim), pada September 2026 mencapai sekitar 3.000 ton. Peningkatan produksi tersebut membuat penyerapan hasil panen menjadi perhatian Dinas Ketahanan Pangan Kutim.


Produksi yang meningkat perlu diimbangi pengelolaan hasil setelah panen. Pemerintah tidak hanya harus memastikan gabah terserap pasar, tetapi juga menangani gabah kering panen dan menjaga kualitas beras yang dihasilkan petani.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutim, Dyah Ratnaningrum, mengatakan penanganan hasil produksi menjadi salah satu pekerjaan yang harus segera dilakukan. Hal ini menjadi bagian penting untuk memastikan peningkatan produksi di tingkat petani dapat diikuti dengan pengelolaan hasil yang baik.


“Khusus September ini di Kobun lagi panen raya. Ada kurang lebih 3.000 ton panen dari teman-teman Kobun. Ini juga harus diatasi, bagaimana caranya agar ini bisa terserap pasar,” ujarnya.


Menurutnya, peningkatan produksi padi di Kobun terjadi setelah produktivitas petani mengalami kenaikan. Kondisi tersebut menunjukkan keberhasilan peningkatan produksi sekaligus menghadirkan kebutuhan baru pada sisi hilir.


Sebelumnya, hasil panen petani di kawasan tersebut berada pada kisaran 3,5 hingga 4 ton. Kini, rata-rata produksi telah mencapai sekitar 6,4 ton, dengan sejumlah hasil panen mencapai 7,4 ton dan 6,8 ton.


Peningkatan produksi itu membuat kemampuan pengolahan hasil panen harus ikut diperkuat. Penanganan gabah dan kualitas beras menjadi bagian penting agar hasil produksi petani dapat memberikan manfaat secara optimal.


Ia menegaskan, pekerjaan di sisi hilir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peningkatan produksi pertanian. Menurutnya, keberhasilan produksi di tingkat petani akan menghadapi persoalan apabila hasil panennya tidak dapat ditangani dengan baik.


“Kalau hilirnya enggak dikerjakan, hulunya ini akan berhenti. Tanggung jawab moral saya ke petani yang kemarin disuruh tanam, tanam, tanam. Sekarang ngurusin distribusinya, kualitas dan sebagainya,” ungkapnya.


Dinas Ketahanan Pangan selanjutnya akan mempersiapkan langkah untuk menangani hasil panen tersebut, termasuk aspek penyerapan pasar, pengelolaan gabah serta kualitas beras. Langkah tersebut diperlukan agar peningkatan produksi yang telah dicapai petani dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat hingga tahap pengolahan hasil. (ADV/IR)

Terkini