Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Kakao Kutim Dibidik Tembus Pasar Internasional Lewat Trade Expo Indonesia

15 Sep 2026 03:00:55299 Dibaca
No Photo

Kutai Timur — Potensi kakao Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai diarahkan menuju pasar yang lebih luas. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim menyiapkan produk kakao daerah untuk diperkenalkan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) di Tangerang pada Oktober 2026, sebagai bagian dari upaya membuka peluang kerja sama dengan pembeli dari berbagai negara.


Kepala Bidang Industri Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady mengatakan, kakao menjadi salah satu komoditas yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.


Selain memiliki karakter rasa yang dinilai berbeda, produk kakao Kutim juga telah mendapatkan perhatian dari pihak yang berminat untuk mengambil dan mengolahnya.


“Potensi yang sangat besar itu ada di kakao dan nanas. Teman-teman mungkin enggak tahu, kakao kita itu, cokelat kita itu, setelah kami sounding, rasanya beda dengan cokelat yang lain. Sedikit pahit, asamnya pas, pahitnya pas,” ujar Dony saat ditemui di ruang kerjanya.


Menurut Dony, karakter rasa tersebut menjadi salah satu potensi yang dapat ditawarkan kepada pasar tertentu. Bahkan, berdasarkan penjajakan yang telah dilakukan, sudah terdapat pihak yang menunjukkan ketertarikan terhadap kakao Kutim untuk dikembangkan lebih lanjut.


“Dan itu sudah ada yang mau mengambil. Mengambil dalam keadaan, dalam arti mau mengambil mengolahnya,” jelasnya.


Dirinya menerangkan bahwa pengembangan kakao di Kutim juga memiliki tahapan produksi yang berbeda di sejumlah wilayah. Kakao dari Karangan, misalnya, masih berada pada tahap fermentasi sebelum dikirim ke luar daerah.


Sementara itu, produk kakao yang telah diolah menjadi cokelat bar dan bubuk telah dikembangkan di wilayah Kaliorang. Menurutnya, produk olahan tersebut juga memiliki karakter rasa yang menjadi salah satu daya tarik tersendiri.


“Kalau Karangan itu dia masih fermentasi. Itu yang dikirim sampai keluar. Ada yang di Kaliorang itu yang sudah cokelat bar sama bubuk,” ungkapnya.


Peluang pasar tersebut kemudian coba diperluas melalui keikutsertaan Kutim dalam TEI yang akan berlangsung di Tangerang pada 14 Oktober 2026.


Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mempertemukan produk daerah dengan calon pembeli dari berbagai negara.


“Kita nanti akan bawa produknya itu di Trade Expo Indonesia di Tangerang tanggal 14 Oktober,” ungkapnya.


Menurut Dony, TEI menjadi momentum penting karena menghadirkan pembeli dari berbagai negara. Disperindag juga telah memasukkan produk melalui aplikasi yang tersedia dalam rangka membuka komunikasi dengan calon pembeli.


“Di sana ada 100 buyer dari 100 negara. Nah, salah satunya yang sudah kita masukkan lewat aplikasi itu ada yang tertarik. Sudah janjian mau ketemu di sana, di Trade Expo Indonesia itu,” jelasnya.


Keikutsertaan tersebut diharapkan membuka peluang baru bagi komoditas kakao Kutim, tidak hanya untuk dipasarkan sebagai bahan baku, tetapi juga dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Disperindag Kutim melihat peluang tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah.


Dengan membawa produk kakao ke ajang perdagangan berskala internasional, Kutim berupaya memperkenalkan potensi komoditas lokal sekaligus membuka akses terhadap pasar dan jejaring pembeli yang lebih luas. (TS/ADV)