Share ke media
Advetorial Kutai Kartanegara

Aksi Mahasiswa Kukar Disambut Pimpinan DPRD, Serap Aspirasi Jaga Perdamaian

02 Sep 2025 07:00:09322 Dibaca
No Photo

ejakdigital.Id, TENGGARONG — Suasana politik di Kutai Kartanegara (Kukar) menjelang aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) pada Senin (1/9/2025) dipenuhi nuansa dialogis dan damai.

Pimpinan daerah, baik dari legislatif maupun eksekutif, secara terbuka menyambut rencana tersebut, namun memberikan catatan penting mengenai ketertiban dan kondusivitas wilayah.

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menegaskan bahwa Sekretariat DPRD adalah wadah yang tepat dan terbuka bagi setiap elemen masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya.

“Silahkan saja demo. Sekretariat DPRD adalah rumah rakyat, tempat paling tepat untuk menyampaikan aspirasi. Kami siap mendengarkan,” ucap Ahmad Yani, menggarisbawahi fungsi utama lembaga legislatif sebagai penyalur suara publik.

Meskipun menyambut demonstrasi, Yani memberikan penekanan keras agar mahasiswa Unikarta menjaga etika dan ketertiban.

Ia mengingatkan bahwa aksi anarkis tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga dapat mengganggu kehidupan umum masyarakat Kukar secara keseluruhan.

“Saya berpesan agar mahasiswa yang berdemonstrasi tetap menjaga kondusivitas wilayah dan tidak anarkis. Aksi anarkis hanya akan merugikan kita semua, sementara tujuan kita bersama adalah mencari solusi terbaik,” jelasnya.

Yani menambahkan, DPRD telah terbiasa menjadi tempat untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), yang merupakan mekanisme formal dan efektif untuk mencari penyelesaian atas berbagai persoalan yang disuarakan rakyat.

Sikap serupa datang dari pihak eksekutif. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, turut mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat yang berencana turun ke jalan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kedamaian.

“Kami mengimbau agar dalam menyampaikan aspirasi, tidak ada aksi anarkis. Mari kita pertahankan Kukar sebagai daerah yang kondusif. Pintu dialog Pemkab selalu terbuka,” harap Aulia Rahman Basri.