Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Anggota DPRD Kutim Yan Soroti Keterbatasan Akses Internet di Daerah Terpencil Pasca Hardiknas

10 May 2024 04:00:51565 Dibaca
No Photo

Sangatta - Pasca peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2024, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Yan, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pendidikan di daerah terpencil.


Yan menyampaikan bahwa keterbatasan akses internet dan listrik masih menjadi persoalan utama, terutama dengan penerapan kurikulum Merdeka Belajar yang membutuhkan akses tersebut.


“Dalam dunia pendidikan saat ini, akses internet dan listrik merupakan kebutuhan yang tak terpisahkan. Namun, di daerah terpencil khususnya, masih banyak yang belum teraliri listrik dan akses internetnya sangat terbatas,” ungkap Yan.


ia menegaskan bahwa keterbatasan ini sangat menghambat proses pembelajaran, terutama dengan adopsi kurikulum baru yang menekankan penggunaan teknologi.


“Dengan kurikulum Merdeka Belajar yang diterapkan saat ini, akses internet menjadi sangat penting bagi siswa dan guru dalam mengakses materi pembelajaran dan sumber belajar lainnya,” tambahnya.


Selain itu, Yan juga menyatakan bahwa keterbatasan listrik juga menjadi masalah serius, karena mempengaruhi kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara daring.


“Tanpa listrik, tidak mungkin untuk mengisi daya perangkat digital yang digunakan dalam proses pembelajaran online,” paparnya.


Yan berharap pemerintah setempat dapat memberikan perhatian lebih terhadap pemenuhan infrastruktur dasar seperti listrik dan akses internet di daerah terpencil.


“Ini penting agar seluruh siswa di Kutim dapat mengakses pendidikan secara merata dan efektif, sesuai dengan semangat Hardiknas yang baru saja kita peringati,” pungkasnya.ADV