Kutai Timur - Perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kutai Timur yang ke-26 berlangsung dengan sangat semarak, ditandai oleh berbagai rangkaian kegiatan budaya yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Salah satu momen yang menarik perhatian adalah partisipasi aktif Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur dalam Kirab Budaya. Kegiatan ini tidak hanya menampilkan kekayaan budaya dan etnis di Kutai Timur, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang pelestarian lingkungan yang kreatif dan edukatif.
Sekretaris DLH Kutai Timur, Andi Palesangi, mengungkapkan rasa syukurnya karena DLH dapat berkontribusi dalam memeriahkan perayaan tahunan tersebut. “Kami bersyukur dapat ikut memeriahkan HUT Kutim ke-26 melalui Kirab Budaya. Para peserta tampil menggunakan busana adat dari beragam suku, seperti Bugis, Makassar, Toraja, Kutai, hingga Jawa, sebagai wujud keberagaman daerah dan identitas budaya kita,” jelasnya.
Lebih dari sekadar penampilan budaya, DLH juga membawa pesan edukatif mengenai pengelolaan sampah dengan pendekatan yang lebih kreatif dan bernilai. “Melalui momen ini, kami ingin menunjukkan bahwa sampah bukan hanya sesuatu yang dibuang begitu saja, tetapi dapat diolah menjadi karya yang bermanfaat serta mampu memberikan inspirasi bagi masyarakat,” tutur Andi.
Partisipasi DLH Kutim dalam Kirab Budaya menjadi bentuk nyata kolaborasi antara seni, budaya, dan kesadaran lingkungan yang saling menguatkan. Kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, mendorong kreativitas dalam pengelolaan sampah, dan mengubah persepsi masyarakat bahwa limbah dapat menjadi sumber daya yang bernilai. Dengan begitu, pesan pelestarian lingkungan dapat menyatu dengan budaya lokal, memberikan manfaat sosial, edukasi, sekaligus inspirasi bagi generasi muda Kutai Timur. (SH/ADV)
Masukkan alamat email untukmendapatkan informasi terbaru