Share ke media
Advetorial Kutai Kartanegara

DPRD Kukar Desak Pemuda Ambil Peran Sentral Ketahanan Pangan, KTNA Jadi Kunci Pendampingan

28 Sep 2025 06:00:49335 Dibaca
No Photo

Jejakdigital.Id, Tenggarong – Masa depan ketahanan pangan Kutai Kartanegara (Kukar) tidak bisa lagi hanya bergantung pada petani senior. Anggota Komisi II DPRD Kukar, Nasrullah, secara tegas menyerukan kepada generasi muda daerah untuk segera mengambil peran sentral di sektor pertanian, mengubah stigma lama menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

Nasrullah menyoroti, tantangan terbesar saat ini adalah membangkitkan minat pemuda terhadap pertanian. Padahal, dengan luasnya lahan di Kukar, sektor ini memiliki potensi ekonomi yang sangat besar.

“Sektor pertanian harus menjadi perhatian bersama, terutama dalam mendorong minat pemuda. Banyak yang masih memandang sektor ini kurang menjanjikan dibandingkan sektor lain, padahal peluangnya sangat besar,” ujar Nasrullah, Kamis (25/9/2025).

KTNA Diharapkan Jadi Wadah Transformasi

Keberadaan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang baru saja dilantik diharapkan menjadi motor penggerak transformasi ini. Menurut Nasrullah, KTNA adalah wadah penting untuk menggerakkan dan melibatkan anak-anak muda Kukar.

“Dengan adanya KTNA, kita harapkan ada dorongan khusus untuk melibatkan pemuda. Nantinya bisa melalui program-program, termasuk pelatihan tata cara bercocok tanam maupun berkebun modern,” jelasnya.

Nasrullah optimistis, melalui program pendampingan yang intensif dari KTNA dan dukungan penuh pemerintah daerah, stigma negatif terhadap pertanian akan terkikis. Pemuda akan melihat bahwa pertanian bukan hanya sekadar aktivitas tradisional, tetapi juga bisnis yang menjanjikan.

Selain bantuan sarana produksi yang selama ini aktif disalurkan Dinas Pertanian, DPRD Kukar juga mendesak agar program pengembangan kapasitas dan modernisasi teknologi pertanian diperluas.

“Yang penting bagaimana anak-anak muda kita bisa lebih proaktif dan berminat. DPRD bersama dinas terkait akan terus berupaya memperkuat program ketahanan pangan melalui pemberdayaan masyarakat, terutama kalangan muda,” tegasnya.

Dukungan regulasi maupun anggaran akan diarahkan Komisi II untuk mendukung langkah strategis ini, memastikan pemuda Kukar mampu menghadirkan inovasi dan menjamin ketersediaan pangan daerah di masa depan.