Share ke media
Advetorial Kutai Timur

DPRD Kutai Timur Kecewa dengan Gagalnya Proyek Pembangunan Masjid dan Pasar Modern

01 Jun 2024 07:00:39488 Dibaca
No Photo

Sangatta - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) mengungkapkan kekecewaannya terhadap kegagalan dua proyek pembangunan yang masuk dalam skema program Multi Years Contract (MYC) tahun 2023.


Proyek-proyek tersebut, yaitu pembangunan Masjid At Atubah dan Pasar Modern di Kecamatan Sangatta Selatan, seharusnya menjadi prioritas pembangunan di daerah tersebut. Namun, sayangnya, keduanya tidak dapat terealisasikan.


Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kutim, Faizal Rachman, mengekspresikan kekecewaannya kepada media setelah rapat pembahasan Laporan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LKPJ) Bupati tahun 2023 di ruang Hearing kantor DPRD beberapa hari yang lalu.


Faizal menyoroti kurangnya kematangan dalam perencanaan proyek-proyek tersebut yang mengakibatkan gagalnya pelaksanaan.


“Ini sangat disayangkan, karena sudah kita alokasikan, namun sudah pasti tidak bisa dilaksanakan, dan nilainya cukup besar untuk masjid sebesar Rp 35 miliar sedangkan untuk pasar Rp 30 miliar,” ujarnya.


Ia menilai kekecewaan tersebut tidak hanya dirasakan oleh anggota DPRD Kutim, tetapi juga oleh masyarakat yang seharusnya diuntungkan dari pembangunan proyek-proyek tersebut.


“Kegagalan dalam merealisasikan proyek-proyek strategis seperti pembangunan masjid dan pasar modern menciptakan kerugian tidak hanya dari segi anggaran, tetapi juga dari sisi pembangunan infrastruktur yang diperlukan oleh masyarakat,” tutupnya.ADV