Share ke media
Advetorial DPRD Kutai Timur

DPRD Kutim Soroti Pentingnya RAPBD 2025 untuk Pembangunan Berkelanjutan

26 Nov 2024 03:00:30690 Dibaca
No Photo

Kutai Timur – Dalam rapat paripurna DPRD Kutim yang dipimpin oleh Ketua DPRD Jimmy ST dan didampingi Wakil Ketua Prayunita Utami, pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2025 menjadi agenda utama. Asisten Pemkesra Poniso Suryo Renggono turut hadir dalam rapat tersebut.


Fraksi Nasdem, melalui pandangan yang disampaikan oleh Kajan Lahang, menekankan bahwa penyusunan RAPBD harus selaras dengan aturan yang berlaku, terutama Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.


“Penyusunan RAPBD 2025 harus mendukung sasaran pembangunan yang sudah direncanakan dalam RPJPD, RPJMD, dan RKPD, serta mampu menjawab perubahan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” ujar Kajan.


Fraksi Nasdem juga menggarisbawahi bahwa RAPBD menjadi pedoman penting bagi perangkat daerah untuk menentukan alokasi anggaran secara tepat guna.


Hal ini, menurut Kajan, memastikan program dan kegiatan yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Kutim yang terus berkembang.


Dalam ringkasan RAPBD 2025, total pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp11,151 triliun, yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, dan pendapatan lain-lain yang sah. Sementara itu, belanja daerah direncanakan mencapai Rp11,136 triliun, mencakup belanja operasi, belanja modal, belanja transfer, dan belanja tidak terduga.


Untuk pembiayaan daerah, RAPBD 2025 mencatat penerimaan pembiayaan sebesar Rp0, sementara pengeluaran pembiayaan dialokasikan sebesar Rp15 miliar untuk penyertaan modal kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).


Fraksi Nasdem menilai alokasi ini strategis untuk memperkuat perekonomian daerah, tetapi pengelolaannya harus dilakukan secara hati-hati dan transparan agar dapat memberikan dampak maksimal.


“RAPBD Kutim 2025 diharapkan mampu menyelaraskan perencanaan anggaran dengan prioritas pembangunan, sehingga dapat mewujudkan kemajuan daerah yang berkelanjutan dan bermanfaat langsung bagi masyarakat,” tutup Kajan.ADV