Share ke media
Advetorial Kutai Kartanegara

DPRD Samarinda Desak OPD Turun Tangan, Ekspor Terancam, Pertanian Wajib Jadi Penopang Baru

03 Oct 2025 08:00:14330 Dibaca
No Photo

Jejakdigital.Id, Tenggarong – Sektor perikanan di wilayah hulu Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menghadapi situasi mengkhawatirkan.

Anggota DPRD Kukar, Taufik Ridiannur, menyoroti merosotnya produksi ikan secara drastis, kondisi yang berpotensi menekan angka ekspor hasil perikanan ke luar daerah.

Taufik mengungkapkan, penurunan hasil tangkapan ini sangat kentara dan tidak boleh dianggap remeh.

“Dulu saat musim panen ikan, produksi bisa 1–3 minggu. Sekarang, seminggu saja sudah habis. Populasinya menurun drastis,” ujar Taufik, Jumat (3/10/2025).

Politikus yang membidangi sektor pembangunan ini menegaskan, penurunan populasi ikan ini adalah tugas mendesak bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera mencari solusi.

Taufik menekankan pentingnya keberlanjutan sektor perikanan melalui intervensi pemerintah. Diantaranya, Pemantauan Stok Ikan secara berkala. Kemudian, Penataan Musim Tangkap yang ketat. Serta, Penerapan Teknologi Budidaya yang modern.

“Populasi ikan yang menurun ini tugas OPD. Perikanan memang masih ada, tetapi produksinya jauh berkurang dibanding dulu,” tegasnya.

Selain fokus pada pemulihan perikanan, Taufik juga mendorong diversifikasi ekonomi. Sektor pertanian dinilai bisa menjadi penopang baru yang krusial bagi masyarakat hulu di tengah fluktuasi hasil tangkapan ikan.

“Kita tetap harus menjaga sektor perikanan, tapi pertanian perlu disandingkan agar ketahanan ekonomi masyarakat tetap terjaga,” tambahnya.

Ia percaya, sinergi antara perikanan dan pertanian akan membantu nelayan dan petani tetap produktif, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi keluarga di wilayah hulu Kukar.