Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai memanfaatkan lahan bekas tambang untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor tambang yang tidak terbarukan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dyah Ratnaningrum, menekankan bahwa lahan eks tambang menjadi fokus penting dalam pengembangan pertanian berkelanjutan.
“Kita memiliki potensi lahan yang luas, termasuk eks tambang. Namun pemanfaatannya harus melalui kajian mendalam agar sesuai dengan peruntukannya,” ujarnya.
Tantangan terbesar dalam ekspansi lahan pertanian adalah persoalan legalitas dan status lahan. Banyak area di Kutim berada dalam kawasan Hak Guna Usaha (HGU), wilayah adat, atau masih aktif digunakan untuk kegiatan tambang.
Pemerintah perlu berhati-hati agar pengembangan tidak menimbulkan tumpang tindih kepemilikan maupun masalah hukum.
“Memang luas lahan kita, itu luas banget. Tetapi jangan lupa ada HGU dan kawasan pertambangan, jadi perlu hati-hati dalam perluasan area pertanian,” tegas Dyah.
Selain persoalan tata ruang, pemerintah mendorong perusahaan tambang untuk mengelola program pasca-tambang produktif.
“Salah satunya adalah reklamasi lahan menjadi area pertanian terpadu, dengan menanam komoditas cepat panen seperti jagung, nanas, dan tanaman hortikultura lainnya,” terangnya.
Pemerintah juga menyiapkan kolaborasi lintas instansi, termasuk perguruan tinggi dan kelompok tani, untuk memastikan keberlanjutan program.
Tujuannya agar pengembangan lahan eks tambang tidak hanya menjadi konsep, tetapi menjadi model pertanian baru yang mandiri dan berdaya saing.
“Harapannya, lahan eks tambang yang dulu identik dengan industri ekstraktif bisa menjadi simbol perubahan menuju ekonomi hijau di Kutim,” pungkas Dyah.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memperkuat ekonomi hijau dan keberlanjutan pertanian di Kutim.ADV
Masukkan alamat email untukmendapatkan informasi terbaru