Share ke media
Advetorial Kutai Timur

DTPHP Kutim Maksimalkan Dukungan APBN untuk Pertanian di Tengah Penurunan APBD

14 Nov 2025 11:00:00321 Dibaca
No Photo

Kutai Timur – Menyusul proyeksi penurunan signifikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur tahun 2026 menjadi sekitar Rp4,8 triliun, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim mengambil langkah strategis dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah pusat. Langkah ini dilakukan agar program ketahanan pangan serta upaya peningkatan produksi pertanian tetap berjalan lancar meski dukungan fiskal dari daerah menurun.


Kabid Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, menjelaskan bahwa pihaknya kini lebih mengandalkan bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui program yang dijalankan Kementerian Pertanian.

 “Kami tetap ingin mencapai target pembangunan pertanian di Kutim. Karena APBD menurun, strategi kami adalah mengejar dukungan kegiatan dari APBN,” ujarnya, menegaskan komitmen dinas untuk memastikan program pertanian tidak terganggu.


Sejumlah program prioritas yang menjadi fokus DTPHP, termasuk pencetakan sawah seluas 1.150 hektar, rehabilitasi sawah yang sudah mengalami kerusakan, serta pengadaan alat dan mesin pertanian, akan didorong melalui dana APBN. Dessy menambahkan bahwa anggaran dari Kementerian Pertanian tahun ini meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga menjadi peluang besar bagi Kutai Timur untuk ikut berpartisipasi dalam program nasional.

 “Anggaran Kementerian Pertanian tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Ini peluang besar bagi daerah untuk ikut berpartisipasi dalam program nasional,” tuturnya.


Selain itu, DTPHP terus melakukan inventarisasi lahan potensial untuk program pertanian baru, serta memperkuat kerja sama lintas sektor agar setiap bantuan dari pemerintah pusat dapat tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal bagi produktivitas pertanian daerah. Dessy menegaskan bahwa dukungan dari pemerintah pusat menjadi kunci agar produktivitas pertanian Kutai Timur tetap tumbuh, meski kondisi fiskal daerah terbatas.

 “Prinsipnya, kita jangan berhenti bergerak,” pungkasnya, menandai tekad DTPHP untuk terus mendorong pembangunan pertanian di Kutai Timur (ADV).