Share ke media
Advetorial Kutai Timur

DTPHP Kutim Optimalkan Infrastruktur Air Demi Kesejahteraan Petani

21 Nov 2025 11:00:05318 Dibaca
No Photo

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat ketahanan pangan dengan meningkatkan infrastruktur irigasi di tiga kecamatan prioritas: Kaubun, Kongbeng, dan Long Mesangat. Kawasan ini dipilih karena berpotensi besar meningkatkan produksi padi dan hortikultura secara signifikan.


Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dyah Ratnaningrum, mengatakan ketiga wilayah memiliki bendungan besar yang menopang ribuan hektare lahan pertanian.


“Tiga tempat itu ada jaringan irigasi primernya yang menjadi jantung dari areal persawahan,” ujarnya pekan lalu.


Pemerintah daerah saat ini fokus memastikan jaringan irigasi yang ada berfungsi optimal. Beberapa bendungan sedang diperbaiki dan ditingkatkan kapasitasnya agar mampu menampung debit air lebih besar dan menyalurkannya merata ke lahan produktif.


Dyah menekankan, irigasi merupakan kunci produktivitas pertanian.


“Irigasi ini seperti pembuluh darah. Kalau itu tidak ada, berhenti sudah. Makanya fokus perluasan areal kita arahkan ke yang memiliki irigasi primer,” jelasnya.


Selain perbaikan fisik, DTPHP menggandeng petani membentuk kelompok pengelola jaringan irigasi (P3A) di tingkat desa. Tujuannya agar distribusi air lebih adil dan efisien antarpetani.


“Kita juga memberikan pelatihan teknik irigasi hemat air serta penerapan teknologi pertanian modern berbasis sensor kelembapan tanah,” tambahnya.


Langkah penguatan irigasi ini merupakan bagian dari strategi Kutim mendorong kemandirian pangan. Pemerintah menargetkan penambahan 1.150 hektare lahan sawah baru hingga 2026, sebagian besar diarahkan ke kawasan yang memiliki bendungan aktif.


“Kami ingin memastikan petani di Kutim tidak lagi bergantung pada curah hujan. Dengan irigasi yang kuat, produktivitas bisa meningkat dan kesejahteraan petani ikut naik,” tegas Dyah.


Dengan fokus pada irigasi strategis, pemerintah berharap produksi pangan meningkat, kesejahteraan petani naik, dan ekonomi pedesaan Kutim menjadi lebih stabil serta berkelanjutan.ADV