Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Faizal Rachman Mengkaji Potensi Sektor Galian C untuk Pembangunan Infrastruktur Kutim

16 Nov 2024 04:00:03859 Dibaca
No Photo

Kutai Timur - Pembangunan infrastruktur di Kutai Timur (Kutim) sangat didukung oleh industri galian C, yang juga dikenal sebagai penambangan material konstruksi lokal.


Seiring dengan pembangunan berbagai fasilitas umum seperti kantor, rumah ibadah, rumah sakit, dan kantor desa, kebutuhan akan material lokal seperti batu dan pasir meningkat.


Faizal menyatakan bahwa keberadaan galian C di daerah akan sangat bermanfaat, terutama dalam hal mengurangi biaya transportasi bahan yang berasal dari luar daerah.


“Potensi galian C di Kutim sangat melimpah, dan jika dikelola dengan baik, sektor ini dapat memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan daerah serta meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya.


Menurutnya, galian C lokal tidak hanya akan mengurangi ketergantungan kita pada bahan baku impor, tetapi juga akan memberi pengusaha lokal kesempatan untuk memulai bisnis mereka sendiri, yang pada gilirannya dapat meningkatkan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja baru.


Namun, ia juga menekankan sejumlah hambatan yang menghambat kemajuan industri ini. Salah satu kendala utama yang dihadapi oleh pengusaha galian C adalah proses perizinan yang rumit dan seringkali memakan waktu lama. Meskipun ada potensi pasar yang besar untuk material lokal, proses perizinan ini menghambat operasional dan pengelolaan galian C.


Faizal menambahkan bahwa salah satu kendala utama adalah masalah perizinan yang sering terhambat atau berlarut-larut. Padahal, jika perizinan ini bisa diproses dengan lebih cepat dan transparan, manfaat galian C bisa jauh lebih maksimal untuk pembangunan daerah.

Faizal mendorong pemerintah daerah untuk melakukan reformasi dalam sistem perizinan untuk memperbaiki kondisi ini dengan mempermudah proses administrasi dan memberikan kepastian hukum kepada pengusaha galian C.


Faiizal mengingatkan bahwa sektor galian C yang di kelola dengan baik tidak hanya akan mempercepat pembangunan infrastruktur tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pada gilirannya, PAD ini dapat membantu berbagai program pembangunan lainnya.


Dia menyimpulkan,” Kita berharap peran masyrakat dan stakeholder terkait dapat mempercepat pengelolaan potensi galian C yang ada di kutim.”ADV