Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Hepnie Tegaskan Kendala Progres Program MYC tapi Yakinkan Program Akan Tetap Berjalan

21 May 2024 05:00:32426 Dibaca
No Photo

Sangatta - Hepnie, anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi bukanlah pekerjaan yang mandek, tetapi progres program Multi Years Contract (MYC).


Meskipun demikian, Hepnie memastikan bahwa program tersebut tetap akan berjalan, meskipun dengan pengawasan ketat untuk menghindari kemungkinan over progres yang dapat berdampak pada masalah pembayaran di masa mendatang.


“Yang pihaknya khawatirkan adalah jika kemudian terjadi over progres, maka hal tersebut dapat menyebabkan masalah pembayaran di masa mendatang karena dasar dari pembayaran yang tidak ada dan tidak jelas asalnya,” tegasnya.


Hepnie menekankan bahwa pembayaran harus sesuai dengan realisasi pekerjaan yang telah dilakukan. Meskipun mengalami kendala dalam progres, pihaknya memahami bahwa penyerapan anggaran di tahun 2023 mengalami kendala karena proses tender yang memakan waktu cukup lama.


Bahkan, ia mengungkapkan bahwa beberapa proyek baru mulai dilaksanakan pada bulan Agustus.


“Kalau untuk tahun 2024, progresnya mereka memang cepat, tetapi tetap harus sesuai dengan skema yang telah ditetapkan. Maksimal anggaran yang tersedia, itulah yang harus digunakan,” tambahnya.


Hepnie menegaskan bahwa pengawasan yang ketat dari DPRD dan lembaga terkait akan terus dilakukan untuk memastikan bahwa progres program MYC berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.


“Ya diharapkan dapat terhindar dari masalah pembayaran yang dapat timbul akibat over progres yang tidak terkendali,” tandasnya.ADV