Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Kearifan Lokal Jadi Daya Saing Baru Ekonomi Telen

28 Nov 2025 05:00:30321 Dibaca
No Photo

Kutai Timur – Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menemukan kekuatan ekonomi baru dari kekayaan budaya lokal. Beragam produk tradisional, mulai dari topi Kayan khas Dayak Kenyah, anyaman serawung, hingga batik khas pedalaman, kini menjadi penopang baru ekonomi masyarakat, sekaligus identitas budaya yang membedakan Telen dengan daerah lain.

Camat Telen, Petrus Ivung, menegaskan bahwa kekayaan budaya tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga harus dijadikan modal pembangunan ekonomi.

“Produk tradisional itu bukan hal kecil. Kalau dikembangkan secara serius, bisa menjadi identitas ekonomi kita. Budaya bisa jadi sumber penghasilan bagi masyarakat,” ucap Petrus saat diwawancarai.

Menurut Petrus, selama ini banyak warga Telen mewarisi keterampilan tradisional dari generasi ke generasi, namun belum banyak yang menyadari nilai ekonominya. 

Kini, kesadaran itu mulai muncul. Warga melihat bahwa budaya yang diwariskan turun-temurun dapat menjadi peluang usaha yang nyata, terutama bagi pelaku UMKM lokal.

Untuk mendukung hal ini, pemerintah kecamatan berencana mengadakan festival budaya tahunan, yang menjadi wadah promosi sekaligus pameran produk UMKM lokal. 

Festival ini diharapkan mampu menarik wisatawan, pengunjung, dan calon pembeli dari luar daerah, sekaligus meningkatkan nilai jual produk tradisional.

“Budaya dan ekonomi itu bisa berjalan bersama. Produk lokal yang unik dan memiliki nilai seni tinggi bisa menjadi peluang bisnis, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus melestarikan warisan budaya,” tambah Petrus.

Selain festival, pemerintah kecamatan juga memberikan pendampingan teknis bagi pelaku UMKM, mulai dari pembinaan desain produk, pengemasan, hingga strategi pemasaran digital, agar produk tradisional mampu bersaing di pasar modern.

 Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh penghasilan, tetapi juga menjaga kelestarian budaya lokal.

Dengan semangat tersebut, Telen kini bergerak bukan hanya sebagai wilayah penghasil hasil bumi, tetapi juga penghasil nilai-nilai budaya yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Langkah ini diyakini mampu menciptakan ekosistem ekonomi berbasis budaya, di mana tradisi lokal menjadi kekuatan sekaligus identitas ekonomi masyarakat Telen.

Camat Petrus berharap, upaya pengembangan ekonomi berbasis budaya ini dapat menginspirasi kecamatan lain di Kutai Timur, sehingga kekayaan budaya dan kearifan lokal menjadi salah satu motor penggerak pembangunan ekonomi daerah.

(SH/ADV)