Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Kebakaran Hutan dan Lahan Marak di Kutai Timur, DPRD Kutim: Cuaca Panas dan Faktor Kesengajaan Masyarakat Jadi Pemicu

01 Jul 2024 11:00:05495 Dibaca
No Photo

Sangatta - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) marak terjadi beberapa pekan terakhir di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dengan laporan insiden hampir setiap hari.


Fenomena ini menjadi perhatian serius mengingat dampak lingkungan dan kesehatan yang ditimbulkan.


Saat dikonfirmasi, Anggota DPRD Kutim, Sayid Anjas, menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan kebakaran ini.


“Cuaca yang memang panas di Kutim bisa berakibat terjadinya kebakaran, namun ada juga dari kesengajaan masyarakat yang membakar,” ungkap Sayid Anjas.


Sayid Anjas menambahkan bahwa tindakan pembakaran oleh masyarakat mungkin dilakukan untuk membuka lahan pertanian atau keperluan lain, meskipun praktik ini sangat berbahaya dan merugikan.


Selain itu, ia menyoroti kurangnya upaya dari Pemerintah Daerah dalam melakukan reboisasi sebagai langkah pencegahan dan pemulihan.


“Diduga pihak Pemerintah Daerah belum ada upaya melakukan reboisasi terhadap kejadian tersebut. Itu kan baru-baru aja itu, belum aja, pasti ada reboisasi,” jelasnya.


Pentingnya reboisasi dalam menangani dampak Karhutla sangat jelas, mengingat fungsi hutan sebagai penyangga ekosistem dan penyerap karbon.


Langkah-langkah mitigasi seperti reboisasi harus segera dilakukan untuk memulihkan lahan yang terbakar dan mencegah kebakaran serupa di masa depan.


“Dalam upaya penanganan Karhutla ini, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya menjadi kunci. Sosialisasi tentang bahaya pembakaran lahan serta implementasi kebijakan yang tegas diharapkan dapat mengurangi insiden kebakaran di Kutai Timur,” pungkasnya.ADV