Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Kegiatan Positif Jadi Strategi Cegah Narkoba dan Balap Liar di Kalangan Pemuda Kutim

21 Sep 2026 10:00:37300 Dibaca
No Photo

Kutai Timur – Upaya membangun generasi muda di Kabupaten Kutai Timur tidak hanya diarahkan pada pengembangan kemampuan di bidang olahraga. Aktivitas kepemudaan juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan balap liar yang dapat berdampak terhadap kehidupan generasi muda.


Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Kabupaten Kutai Timur, Basuki Isnawan, mengatakan edukasi mengenai bahaya narkoba terus disisipkan dalam berbagai kegiatan yang melibatkan pemuda. Penyampaian pesan tersebut dilakukan secara bertahap dengan cakupan yang terus diperluas.


“Narkoba juga termasuk itu, begitu mereka main saya ngomongin jangan narkoba, kan begitu, sampai ke mana-mana,” kata Basuki, Senin (21/9/2026).


Menurutnya, lingkungan sekolah juga menjadi bagian dari sasaran kegiatan edukasi. Dispora berupaya menyampaikan pesan pencegahan kepada pelajar agar pemahaman mengenai bahaya narkoba dapat diberikan sejak dini.


“Termasuk ke sekolah-sekolah, itu kita lakukan, pelan-pelan, masif,” ujarnya.


Selain memberikan pemahaman mengenai perilaku berisiko, Dispora mendorong anak muda agar memiliki kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan manfaat secara ekonomi. Salah satu caranya ialah mengajak organisasi kepemudaan (OKP) untuk lebih aktif menyusun kegiatan yang produktif.


“Saya harapkan anak-anak muda itu muncul kemandirian, kita mengajak teman-teman OKP ini ayo kita berkegiatan,” jelasnya.


Basuki menilai kegiatan kepemudaan yang terarah dapat menjadi ruang untuk mengembangkan potensi sekaligus menyampaikan pesan positif kepada pemuda lainnya. Menurutnya, aktivitas tersebut dapat diarahkan pada kegiatan yang menghasilkan peluang usaha serta menjauhkan generasi muda dari narkoba dan balap liar.


“Bagaimana kita bisa menciptakan peluang-peluang usaha, minimal kita bisa menyampaikan kepada anak-anak muda yang lain enggak ada narkoba, enggak ada balap liar dan sebagainya,” katanya.


Ia menambahkan bahwa pembentukan kemandirian menjadi bagian penting dalam pengembangan pemuda. Generasi muda diharapkan tidak selalu menunggu bantuan pemerintah untuk menjalankan kegiatan, tetapi mampu mengambil inisiatif berdasarkan potensi yang dimiliki.


Meski demikian, Basuki menegaskan pemerintah tetap memiliki tanggung jawab untuk hadir dan memberikan dukungan yang dibutuhkan. Dukungan tersebut diarahkan agar kegiatan pemuda dapat berkembang tanpa menghilangkan ruang bagi mereka untuk belajar mandiri.


“Harus bagaimana bisa mewujudkan kemandirian, bukan sedikit-sedikit pemerintah lagi, pemerintah lagi, pemerintah juga harus hadir dan bisa memberikan manfaat,” tandasnya.


Dengan pendekatan tersebut, Dispora berharap kegiatan kepemudaan dapat berkembang secara berkelanjutan. Aktivitas yang produktif diharapkan tidak hanya menjadi wadah pengembangan potensi, tetapi juga menjadi salah satu cara memperluas edukasi pencegahan narkoba dan balap liar di kalangan pemuda Kutai Timur. (SH/ADV)