Share ke media
Advetorial Kutai Kartanegara

Kekerasan Seksual Guncang Pesantren Tenggarong Seberang, Legislatif Gandeng Psikiater dan RSUD Parikesit Amankan Santri

30 Sep 2025 07:00:54318 Dibaca
No Photo

Jejakdigital.Id, Tenggarong – Kasus kekerasan seksual yang mengguncang salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar) memasuki babak serius.

DPRD Kukar bergerak cepat dengan membentuk Tim Adhoc khusus untuk mengevaluasi sekolah berasrama sekaligus menjamin keselamatan santri dan santriwati.

Langkah konkret terbaru, Tim Adhoc DPRD bersama yayasan pesantren dan Pemkab Kukar sepakat menggelar skrining massal terhadap seluruh santri. Ini memastikan tidak ada lagi korban dari kekerasan seksual menyimpang.

Kesepakatan penting ini lahir usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dihadiri lengkap oleh DPRD Kukar, yayasan pesantren, Pemkab Kukar, Kemenag Kukar, psikolog, serta TRC PPA Kaltim, belum lama ini.

Rapat krusial tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua III DPRD Kukar, Aini Faridah, didampingi Ketua Komisi IV, Andi Faisal, serta anggota Komisi IV lainnya yang tergabung dalam Tim Adhoc (Akbar Haka, Fatlon Nisa, Muhammad Idham, Sri Muryani, dan Miftaul Jannah).

Sekretaris Tim Adhoc, Fatlon Nisa, menyampaikan bahwa skrining ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya mitigasi cepat.

“Skrining ini akan kita jadwalkan dalam waktu dekat, nanti kita akan gandeng psikiater dan RSUD AM Parikesit juga. Tujuannya untuk pendampingan dan memastikan kondisi psikologis anak-anak pesantren,” ungkap Fatlon Nisa.

Pembentukan Tim Adhoc oleh DPRD Kukar menunjukkan komitmen serius legislatif dalam mengawal tragedi ini hingga tuntas. Selain fokus pada skrining santri, Tim Adhoc juga bertugas memastikan seluruh korban dan keluarga mendapatkan pendampingan psikologis yang intensif.

DPRD Kukar berkomitmen penuh agar tragedi serupa tidak terulang, menjadikan keamanan dan keselamatan anak-anak di lembaga pendidikan agama sebagai prioritas utama.