Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Ketua Pansus LKPJ DPRD Kutim Soroti Kegiatan OPD di Luar Daerah

07 Jun 2024 05:00:23476 Dibaca
No Photo

Sangatta - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Kutai Timur (Kutim), Hepnie Armansyah, menyoroti tingginya frekuensi kegiatan yang dilaksanakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kutai Timur di luar daerah, termasuk di Samarinda, Balikpapan, bahkan di luar Kalimantan. Kegiatan tersebut meliputi Bimbingan Teknik (Bimtek), pelatihan, dan berbagai aktivitas lainnya.


Hepnie menjelaskan bahwa meskipun ada kebutuhan untuk melaksanakan Bimtek dan pelatihan di luar daerah jika fasilitas di Kutim tidak memadai, seperti kapasitas hotel yang terbatas atau kebutuhan akan narasumber dari luar daerah, upaya untuk mengadakan kegiatan tersebut di Kutim harus tetap diutamakan.


“Namun, kita ingin semua kegiatan dilakukan di Kutim, baik Bimtek maupun pelatihan. Hanya saja, tidak semua provider (pihak ketiga) tersedia di sini. Selain itu, tempat atau venue yang memadai juga terbatas. Bayangkan kalau 50 SKPD mengadakan kegiatan sekaligus, tentu tidak mungkin karena hotel terbatas. Di Samarinda memang memungkinkan, tapi itu berarti perjalanan dinas. Padahal, perjalanan dinas ke kecamatan pun dianggap perjalanan dinas,” jelas Hepnie.


Hepnie mengakui bahwa memindahkan semua kegiatan ke Kutim memang menghadapi kendala logistik, terutama karena keterbatasan fasilitas yang ada.


Namun, ia menegaskan bahwa langkah ini penting untuk mengurangi biaya perjalanan dinas dan meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran.


“Kita harus mencari solusi agar lebih banyak kegiatan dapat dilaksanakan di Kutim. Selain menghemat anggaran, ini juga akan mendukung perekonomian lokal,” tambahnya.


Hepnie juga menyatakan bahwa Pansus akan terus mengawasi dan mengevaluasi kegiatan OPD untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan benar-benar efektif dan efisien.


Dia mengajak seluruh elemen pemerintah untuk bekerja sama dalam mencari solusi terbaik agar kegiatan Bimtek dan pelatihan dapat lebih banyak dilakukan di Kutim.


“Pengawasan dan evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kutim. Kami akan terus mendorong agar lebih banyak kegiatan dilakukan di daerah kita sendiri,” tutup Hepnie.ADV