Kutai Timur - Komisi D DPRD Kutai Timur (Kutim) berencana akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kutim sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang jadi mitranya. Ini dilakukan sebagai langkah awal pelaksanaan pengawasan terhadap program-program OPD tersebut.
Ketua Komisi D DPRD Kutim, Julfansyah mengatakan, dirinya sudah berbicara dengan Ketua DPRD terkait hal ini. Termasuk juga mitra terkait bidang kesehatan maupun keagamaan.
Ia melihat di bidang kesehatan sangat banyak hal yang perlu diperbaiki. Misalnya tenaga dokter yang masih sangat kurang. “Bahkan kalau mau berobat di puskesmas akhirnya malah dirujuk ke Samarinda. Jadi tidak berjalan maksimal,” ungkap Julfansyah.
Di bidang pendidikan pun juga banyak yang masih harus ditindaklanjuti. Misalnya, bangunan-bangunan sekolah yang belum diselesaikan. Hal ini yang akan dibicarakan Komisi D dengan dinas pendidikan.
“Ini akan kami bahas dulu dengan dinas terkait. Saya sudah bicarakan dengan ketua (DPRD). Apalagi di wilayah saya ada beberapa bangunan sekolah yang belum jadi. Nah ini mau saya tanyakan permasalahannya apa,” katanya.
Untuk informasi, Julfansyah berasal dari Dapil III Kabupaten Kutai Timur yang di dalamnya ada lima kecamatan. Yakni Kecamatan Muara Ancalong, Muara Bengkal, Busang, Batu Ampar, Long Mesangat.
Lebih lanjut, menyangkut nasib guru di Kutim, ia mendengar bahwa beberapa Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) akan diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ia berharap ini bisa terealisasi.
“Kalau guru-guru saya melihat saat ini sudah semakin bagus (kesejahteraannya). Mungkin karena saat ini lebih banyak penganggaran untuk kesejahteraan guru di Kutim,” ujarnya.ADV
Masukkan alamat email untukmendapatkan informasi terbaru