Share ke media
Advetorial Kutai Kartanegara

Komisi IV DPRD Kukar Desak Sinergi Lintas Wilayah dan Pemberdayaan Masyarakat, Ubah Kebiasaan Bakar Lahan

25 Sep 2025 04:00:21330 Dibaca
No Photo

Jejakdigital.Id, Tenggarong — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memerlukan strategi penanganan yang terintegrasi, terutama di kawasan pelosok dengan akses sulit.

Anggota DPRD Kukar Komisi IV, Muhammad Idham, menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah dan pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi tantangan geografis ini.

Idham menyoroti bahwa jarak tempuh yang ekstrem di wilayah pedalaman Kukar menjadi kendala utama dalam merespons Karhutla.

“Kalau di Sebulu atau Tenggarong Seberang masih relatif dekat, sehingga kalau ada kejadian bisa cepat ditangani. Tapi kalau di wilayah pelosok, jarak tempuh sangat jauh, bahkan dari pagi sampai sore baru sampai. Itu jadi tantangan besar,” jelasnya, Sabtu (13/9/2025).

DPRD Kukar mendesak sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan terutama, masyarakat setempat. Idham menilai bahwa Karhutla tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja.

Kunci pencegahan ada pada edukasi. Masyarakat harus diberdayakan dan terus disosialisasikan mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kebiasaan ini masih kerap ditemukan.

“Harapannya, kalau ada kebakaran hutan bisa ditangani bersama-sama. Masyarakat perlu diberdayakan agar terlibat langsung. Kalau sudah paham, mereka tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar,” pungkasnya.