Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Kurangnya Tenaga Medis di Kutim Mengancam Pelayanan Kesehatan di Daerah Pelosok

13 Aug 2024 08:00:17572 Dibaca
No Photo

Sangatta - Kekurangan tenaga medis di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi isu yang mendesak dan berdampak signifikan pada sistem kesehatan serta pelayanan, terutama di daerah pelosok yang jauh dari fasilitas kesehatan.


Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Faizal Rachman, menegaskan bahwa masalah ini tidak hanya melibatkan tenaga medis tetapi juga tenaga pendidik dan profesional lainnya.


“Berkali-kali pihak kami telah mengatakan bahwa persoalan ini sebenarnya bukan hanya kekurangan tenaga medis. Tetapi juga kekurangan guru dan tenaga lainnya,” ungkap Faizal saat diwawancarai awak media.


Ia menekankan pentingnya inventarisasi oleh perangkat daerah terkait Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.


“Jika ada kekurangan, harus diusulkan,” tambahnya.


Namun, Faizal juga mengungkapkan tantangan lain yang dihadapi dalam mengatasi kekurangan tenaga kerja ini.


Saat ini, pengangkatan Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) sudah tidak diperbolehkan lagi.


“Sekarang sudah tidak bisa, malah jadi temuan nanti. Saya nggak tahu kalau Tenaga Harian Lepas (THL) bisa diangkat atau tidak,” ujarnya.


Dijelaskan kondisi ini menyebabkan daerah pelosok Kutim kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.


Banyak fasilitas kesehatan di desa-desa terpencil yang kekurangan tenaga medis, sehingga masyarakat setempat tidak mendapatkan layanan kesehatan yang optimal.


“Begitu pula dengan kekurangan tenaga pendidik yang berdampak pada kualitas pendidikan,” bebernya.


Faizal berharap perangkat daerah dapat segera melakukan inventarisasi dan menyusun usulan untuk mengatasi kekurangan SDM di Kutim.


Ia juga mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam mencari solusi yang tepat agar pelayanan kesehatan dan pendidikan di daerah pelosok dapat ditingkatkan.


“Tentu untuk mengatasi ini, diperlukan kerjasama antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat untuk memastikan bahwa setiap warga Kutim, terutama yang berada di daerah pelosok, mendapatkan layanan kesehatan dan pendidikan yang layak,” tutupnya.ADV