Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Kutim Kembangkan Agrowisata untuk Tambah Pendapatan Petani

17 Nov 2025 11:00:03323 Dibaca
No Photo

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) semakin memperkuat sektor pertanian melalui pengembangan agrowisata berbasis komunitas petani. Program ini bertujuan untuk menambah pendapatan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi pertanian lokal kepada publik, sehingga pertanian tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga sumber ekonomi kreatif di pedesaan.


Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dyah Ratnaningrum, menyampaikan bahwa dua kawasan dipilih sebagai percontohan utama, yaitu Kaubun dan Teluk Pandan. Kedua daerah ini memiliki keindahan alam dan kultur masyarakat yang kuat dalam mengelola lahan pertanian, sehingga cocok dijadikan lokasi agrowisata.


“Konsepnya sederhana. Kami ingin petani tidak hanya mengandalkan hasil panen, tetapi juga memperoleh tambahan penghasilan dari aktivitas wisata pertanian,” ujar Dyah, menjelaskan filosofi program yang menggabungkan pertanian dan pariwisata.


Di Kaubun, warga menghadirkan konsep wisata bernuansa Bali, lengkap dengan taman bunga, gazebo bambu, dan berbagai spot foto dengan latar sawah hijau yang menawan. Sementara di Teluk Pandan, pemerintah mendukung pembentukan pasar makanan tradisional serta area swafoto yang dikelola oleh kelompok tani setempat. “Sementara di Teluk Pandan, pemerintah mendukung pembentukan pasar makanan tradisional dan area swafoto yang dikelola kelompok tani,” ungkap Dyah.


Selain sebagai destinasi rekreasi, agrowisata ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi untuk memperkenalkan proses bertani modern kepada pelajar dan masyarakat luas. “Kami ingin generasi muda melihat bahwa bertani itu bisa menarik dan menguntungkan,” tambah Dyah, menekankan pentingnya aspek edukasi dalam program ini.


DTPHP juga memberikan pendampingan kepada kelompok tani dalam manajemen wisata, promosi digital, dan pengelolaan keuangan agar kawasan agrowisata dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan. “Kami ingin agrowisata menjadi model ekonomi baru di pedesaan. Petani tidak hanya menunggu masa panen, tetapi bisa terus mendapatkan penghasilan dari kegiatan wisata,” tegas Dyah.


Dengan pendekatan ini, diharapkan kesejahteraan petani meningkat, sementara ekonomi pedesaan Kutim semakin kuat melalui inovasi pertanian yang kreatif, menarik, dan berkelanjutan (ADV).