Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Lambatnya Progres Proyek Tahun Jamak Kutai Timur, Penyerapan Anggaran Tidak Maksimal

27 Jul 2024 11:00:56465 Dibaca
No Photo

Sangatta - Faizal Rachman, anggota DPRD Kutai Timur, menyatakan keprihatinannya terhadap lambatnya progres pembangunan proyek tahun jamak di wilayahnya.


Menurutnya, keterlambatan ini disebabkan oleh proses lelang yang terlambat, yang berdampak pada penyerapan anggaran yang tidak maksimal.


“Dari pantauan kami, progres pembangunan proyek tahun jamak masih di bawah target yang diharapkan. Hal ini terjadi karena proses lelang yang terlambat, sehingga pekerjaan juga terlambat dimulai,” jelas Faizal.


Dampaknya, anggaran yang dialokasikan untuk tahun 2023 tidak terserap maksimal. Dari total Rp 67 miliar yang dialokasikan, hanya Rp 23 miliar yang terserap, sementara sisanya, Rp 43 miliar, khusus untuk fisik, tidak dimanfaatkan sepenuhnya.


Faizal menyayangkan lambatnya proses lelang, yang seharusnya dapat dilakukan lebih awal dengan koordinasi yang baik antara Dinas Perhubungan dan LPSE sesuai dengan aturan yang berlaku.


Namun, faktanya, lelang baru dilakukan pada bulan Agustus-September, menyebabkan pekerjaan terlambat dimulai.


“Proyek tahun jamak seharusnya dikerjakan lebih cepat agar selesai pada tahun 2024 ini. Tapi dengan progres yang masih kecil, kemungkinan tidak akan selesai tepat waktu. Meskipun SKPD terkait masih yakin akan menyelesaikannya tepat waktu, kami berharap mereka benar-benar dapat melakukannya,” ujar Faizal.ADV