Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Minim Infrastruktur Hambat Ekspor Pisang Kepok Grecek Kutim

15 Nov 2025 11:00:02321 Dibaca
No Photo

Kutai Timur – Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Wahyudi Noor mengatakan ekspor pisang Kepok Grecek dari Kutai Timur masih terkendala minimnya infrastruktur.


Hingga kini, kabupaten ini belum memiliki pelabuhan ekspor sendiri, sehingga seluruh pengiriman ke luar negeri harus melalui pelabuhan di luar Kalimantan Timur, yang meningkatkan biaya logistik dan memperlambat waktu distribusi.


“Sampai sekarang pelabuhan ekspor kita belum ada di Kutai Timur. Semua pengiriman masih melalui pelabuhan luar Kaltim, sehingga biaya logistik lebih tinggi dan waktu pengiriman lebih lama,” ungkapnya.


Meski terbatas, ekspor pisang Kepok Grecek Kutim sudah menjangkau Singapura, Malaysia, dan Arab Saudi. Namun volume pengiriman belum maksimal karena keterbatasan fasilitas ekspor di daerah.


“Permintaan luar negeri tinggi, tapi kemampuan kita untuk memenuhinya masih terbatas, terutama karena jalur perdagangan dan sarana pengiriman,” tambah Wahyudi.


Ia berharap Pelabuhan Maloy segera dioptimalkan untuk kegiatan ekspor. Dengan pelabuhan tersebut, distribusi hasil pertanian ke pasar nasional dan internasional akan lebih efisien, sekaligus membuka peluang besar bagi petani dan pelaku usaha hortikultura di Kutim.


“Kalau Pelabuhan Maloy bisa beroperasi penuh untuk ekspor, ini akan menjadi momentum penting bagi pengembangan hortikultura daerah,” tutupnya.ADV