Kutai Timur – Akses air bersih di Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat. Saat ini, baru dua desa yang telah terlayani penuh oleh PDAM, yakni Desa Juk Ayaq dan Desa Muara Pantun. Camat Telen, Petrus Ivung, menjelaskan bahwa desa-desa lainnya, seperti Rantau Panjang, Long Noran, dan Long Segar, masih mengandalkan sumur gali dan program air bersih berbasis masyarakat sebagai sumber utama air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Yang ada PDAM baru dua desa, Juk Ayaq sama Muara Pantun. Lainnya belum,” ujar Petrus Ivung saat diwawancarai. Kondisi geografis Kecamatan Telen yang berbukit dan terpencil menjadi salah satu tantangan utama dalam mendistribusikan air bersih secara merata ke seluruh desa. Meski demikian, Pemerintah Kecamatan Telen terus mendorong perluasan jaringan PDAM melalui kerja sama dengan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani.
Petrus menekankan bahwa air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus dijamin di setiap wilayah. Ia berharap dalam beberapa tahun mendatang, PDAM Kutai Timur dapat memperluas layanan hingga mencakup seluruh desa di Kecamatan Telen. “Kalau PDAM bisa masuk, tiga desa itu bisa terlayani penuh,” tegasnya.
Selain upaya pemerintah, inisiatif lokal juga terus berkembang. Beberapa desa telah membangun sistem penampungan air hujan, pompa sederhana, dan fasilitas air bersih secara swadaya untuk memenuhi kebutuhan warga. Semangat ini menunjukkan bahwa masyarakat Telen tidak hanya menunggu bantuan dari luar, tetapi juga aktif bergerak menjaga dan memastikan kebutuhan air bersih mereka dapat terpenuhi secara mandiri, sekaligus mendukung keberlanjutan layanan air bersih di masa depan.(ADV/TS)
Masukkan alamat email untukmendapatkan informasi terbaru