Sangatta - Leni Anggraini, anggota DPRD Kutai Timur, menyoroti dampak pemadaman listrik terhadap masyarakat, yang dapat mempengaruhi produktivitas mereka.
Ia mengungkapkan bahwa beberapa desa bahkan mengalami pemadaman listrik mulai dari pukul 10 malam hingga pagi atau subuh.
“Ada juga desa yang listriknya dimatikan jam 10 malam dan baru dinyalakan lagi subuh atau pagi,” tambah Leni.
Menurutnya, upaya untuk mengumpulkan data tentang daerah-daerah yang belum teraliri listrik merupakan langkah penting yang perlu diapresiasi.
Dengan data yang akurat, langkah-langkah untuk mengatasi masalah listrik dapat direncanakan secara lebih efektif.
“Semoga pihak pemerintah desa segera mengirimkan data tersebut sehingga solusi dapat segera diimplementasikan,” harap Leni.
Kondisi ini menegaskan urgensi dari kerjasama antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam menangani masalah akses listrik demi meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas warga pedesaan.ADV
Masukkan alamat email untukmendapatkan informasi terbaru