Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Pengawasan Kawasan Transmigrasi Maloy Diperkuat Lewat Optimalisasi Lahan

16 Nov 2025 04:00:48325 Dibaca
No Photo

Pengawasan Kawasan Transmigrasi Maloy Diperkuat Lewat Optimalisasi Lahan


Kutai Timur – Kawasan Transmigrasi Maloy kini memasuki tahap penting dalam perjalanan pembangunannya. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mulai memperkuat pengawasan dan optimalisasi kawasan tersebut sebagai bagian dari transformasi transmigrasi nasional. Langkah ini bukan hanya menjaga ketertiban pemanfaatan lahan, tetapi juga menjadi fondasi bagi lahirnya pusat ekonomi baru yang lebih produktif dan berdaya saing.


Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kutai Timur, Roma Malau, menjelaskan bahwa pengawasan di kawasan transmigrasi dilakukan melalui kolaborasi yang mengikuti arahan langsung Presiden Republik Indonesia terkait transformasi transmigrasi.


“Pengawasan dari dinas di kawasan transmigrasi Maloy tersebut dilakukan melalui kerja sama sesuai arahan Presiden tentang transformasi transmigrasi yaitu bagaimana memaksimalkan lahan dan sumber daya yang ada,” ujar Roma Malau.


Roma menekankan bahwa kerja sama lintas sektor menjadi kunci agar kawasan transmigrasi tidak berhenti sebagai pemukiman semata. Dengan pengelolaan yang terukur dan efisien, Maloy diproyeksikan berkembang menjadi sentra ekonomi baru menghubungkan sektor pertanian, industri, dan usaha mikro dalam satu ekosistem pembangunan yang berkelanjutan.


Pendekatan pengawasan yang terintegrasi ini dirancang untuk menghadirkan dampak nyata bagi para transmigran. Produktivitas lahan diharapkan meningkat, usaha mikro dapat tumbuh dengan dukungan pembinaan yang tepat, dan tenaga kerja lokal memiliki kemampuan lebih kuat untuk bersaing di sektor industri maupun pertanian modern.


Roma menegaskan bahwa Distransnaker Kutai Timur akan terus memastikan proses pengawasan dan pendampingan berjalan secara konsisten. Dengan demikian, transformasi transmigrasi tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi strategi masa depan yang mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan inklusif Kutai Timur.


Di Maloy, arah pembangunan tidak lagi sekadar membangun permukiman baru, tetapi menciptakan kawasan yang tumbuh sebagai motor ekonomi daerah. Inilah visi jangka panjang yang mulai dirajut, membangun pusat kehidupan baru yang produktif, mandiri, dan siap menghadapi masa depan. (SH/ADV).