Jejakdigital.Id, Tenggarong - Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kutai Kartanegara (Kukar) memasuki kondisi yang dinilai Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, tidak bisa dianggap remeh.
Yani mendesak adanya penanganan serius dan terkoordinasi lintas sektor untuk mencegah lonjakan penularan yang lebih luas.
Politisi tersebut menegaskan bahwa data terkait tingginya kasus HIV di Kukar perlu segera diverifikasi teliti sekaligus diawasi secara ketat oleh seluruh stakeholder.
“Kalau betul data menunjukkan Kukar tertinggi (kasus HIV), maka fasilitas kesehatan harus bekerja ekstra untuk mengawasi dan memberikan pengobatan yang tepat,” ujar Ahmad Yani.
Yani menyoroti bahwa HIV bukan sekadar isu kesehatan biasa, melainkan ancaman sosial yang serius. Tanpa pencegahan sejak awal, penyebaran virus bisa meluas dengan cepat. Ia secara khusus menyoroti potensi adanya praktik berisiko tinggi.
“Bahaya sekali jika Kukar sampai dijadikan lokasi transaksi seksual. Itu bisa memperbesar risiko penularan dan sulit dikendalikan,” lugasnya kepada media ini, Rabu (1/10/2025).
Untuk itu, tenaga medis, rumah sakit, hingga Puskesmas harus terlibat penuh untuk memastikan penanganan pasien berjalan maksimal, termasuk memastikan kepatuhan pengobatan.
Selain intervensi medis, Ahmad Yani menilai pendekatan non-medis seperti moral berbasis agama juga sangat penting untuk membentengi masyarakat dari perilaku berisiko.
Menurutnya, edukasi keagamaan harus dijalankan sejak dini bagi semua kalangan.
“Nilai agama harus ditanamkan, baik kepada anak-anak, remaja, maupun orang dewasa, agar mereka terlindungi dari hal-hal yang bisa memicu penularan HIV,” tambahnya.
DPRD Kukar berkomitmen mendukung setiap upaya lintas sektor yang bertujuan menekan angka kasus HIV dan melindungi masyarakat dari penyebaran virus mematikan ini.
Masukkan alamat email untukmendapatkan informasi terbaru