Share ke media
Advetorial Kutai Kartanegara

Produksi Pisang Kepok Grecek Kutim Tembus 1.800 Hektare, Siap Pasok Domestik dan Ekspo

16 Nov 2025 11:00:02317 Dibaca
No Photo

Kutai Timur – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur terus memperluas produksi pisang Kepok Grecek, yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah. Luas areal tanam saat ini mencapai sekitar 1.700 hingga 1.800 hektare, meningkat sekitar 250 hektare dalam dua tahun terakhir, khususnya di Kecamatan Kaliorang, yang menjadi pusat utama budidaya pisang tersebut.


Kepala Bidang Hortikultura DTPHP Kutim, Wahyudi Noor, menyampaikan bahwa pengembangan pisang Kepok Grecek tidak hanya terbatas di Kaliorang, tetapi juga mulai merambah kecamatan lain seperti Kaubun, Bengalon, Muara Ancalong, dan Long Mesangat. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketersediaan pasokan buah serta menjaga keberlanjutan produksi, baik untuk kebutuhan lokal maupun peluang ekspor ke pasar nasional dan internasional.


“Kaliorang menjadi pusat budidaya karena kondisi tanah dan iklimnya ideal. Pemerintah juga terus memberikan pendampingan teknis kepada kelompok tani agar kualitas produksi meningkat,” ujar Wahyudi, menekankan dukungan Pemkab Kutim dalam meningkatkan kapasitas petani dan kualitas hasil panen.


Menurut Wahyudi, penguatan sektor hortikultura ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kutim dalam membangun pertanian yang berdaya saing dan berkelanjutan, sejalan dengan visi transformasi ekonomi daerah yang menitikberatkan pada pemanfaatan sumber daya terbarukan. Program ini juga bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan produktivitas dan kualitas produk unggulan.


“Harapannya, pisang Kepok Grecek Kutai Timur semakin dikenal secara nasional maupun internasional sebagai produk unggulan daerah,” tutup Wahyudi, menegaskan optimisme Pemkab Kutim untuk menjadikan komoditas ini sebagai identitas dan andalan ekonomi daerah. Dengan upaya berkelanjutan dan pendampingan teknis yang konsisten, pisang Kepok Grecek diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat posisi Kutai Timur di pasar hortikultura (ADV).