Sangatta - Proyek pembangunan Jembatan Telen, yang dimulai awal tahun ini, menjadi pusat perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) karena masih dalam tahap pengadaan kerangka jembatan, bukan konstruksi keseluruhan, meskipun anggarannya telah dialokasikan sejak tahun lalu.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kutim, Jimmi, turut mengomentari progres proyek ini, menjelaskan bahwa masalah anggaran, khususnya terkait sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa), menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Meskipun mengakui kemungkinan adanya Silpa, DPRD tetap memantau perkembangan proyek, mengingat waktu yang terbatas dan tahap pengadaan kerangka jembatan yang baru saja dilelang.
“Kami melihat progress pekerjaan masih berjalan, meskipun tahap yang dilelang baru pengadaan rangka jembatan saja,” ungkapnya.
Dalam menghadapi pertanyaan apakah masih optimis akan selesai sesuai dengan kontrak, Jimmy menyatakan bahwa pihaknya sejak awal sudah optimis dengan kelancaran proyek ini. Namun, penyelesaiannya sepenuhnya tergantung pada pemerintah daerah.
“Kami tetap optimis terhadap kelancaran proyek ini. Namun, kembali lagi pada pemerintah sebagai pelaksananya,” ucap Jimmy.ADV
Masukkan alamat email untukmendapatkan informasi terbaru