Kutai Timur – Geliat pembangunan di Kabupaten Kutai Timur bukan hanya mempercantik wajah daerah, tetapi juga membuka peluang kerja yang semakin luas bagi masyarakat, khususnya di sektor konstruksi. Di tengah penyelenggaraan Pekan Raya Kutim Expo 2025, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) mencatat adanya lonjakan signifikan pada penyerapan tenaga kerja di sektor ini, yang menjadi salah satu kontributor utama peningkatan kesempatan kerja sepanjang tahun ini.
Kepala Distransnaker Kutai Timur, Roma Malau, menjelaskan bahwa peningkatan tersebut didorong oleh kebijakan strategis pemerintah daerah yang melibatkan ribuan pekerja bangunan dan tukang melalui program Pekerja Rentan. “Salah satu peningkatan penyerapan tenaga kerja ini signifikan terjadi pada sektor konstruksi, setelah seluruh pekerja bangunan dan tukang didaftarkan ke dalam BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari program Pekerja Rentan,” ujarnya.
Menurut Roma, langkah ini tidak hanya memperluas kesempatan kerja, tetapi juga memberikan perlindungan sosial bagi pekerja informal yang selama ini rentan terhadap risiko kecelakaan, kehilangan pendapatan, dan kondisi kerja yang tidak menentu. Kebijakan ini memastikan mereka memiliki jaminan hukum dan sosial, sekaligus mendorong terciptanya tenaga kerja yang lebih produktif, aman, dan berkualitas.
Program Pekerja Rentan sejalan dengan visi besar Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam mewujudkan kesejahteraan yang inklusif melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta jaminan perlindungan sosial yang berkeadilan bagi seluruh warga. Roma menekankan bahwa upaya ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kutai Timur, terutama mereka yang bekerja di sektor konstruksi dan informal. (SH/ADV)
Masukkan alamat email untukmendapatkan informasi terbaru