Kutai Timur - Petani di wilayah Kutai Timur (Kutim) segera mendapatkan bantuan baru untuk meningkatkan keuntungan finansial dari hasil pertanian mereka.
Yusri Yusuf, anggota Komisi B DPRD Kutim, bertanggung jawab untuk mengembangkan program pelatihan dan seminar yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang hilirisasi hasil pertanian.
Yusri menjelaskan bahwa sebagian besar petani hanya menjual hasil pertanian secara mentah, meskipun ada banyak produk bernilai tambah yang dapat diolah.
Salah satu tujuan utama pelatihan ini adalah mengajarkan petani tentang proses hilirisasi, yang berarti mengubah hasil pertanian menjadi barang jadi atau produk olahan yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Sebagai contoh, singkong dapat dibuat keripik atau tomat dapat dibuat menjadi saus, kata Yusri (16/11/2024).
Program ini akan melibatkan tenaga ahli dan pakar dari industri pertanian dan pengolahan. Mereka akan memberikan wawasan tentang teknologi terbaru dan solusi untuk masalah yang sering dihadapi petani, seperti gagal panen atau produk yang sulit laku di pasaran.
Petani kerap menghadapi tantangan ketika hasil pertanian mereka tidak terjual atau bahkan gagal panen. Dalam pelatihan ini, kami bertujuan untuk memperkenalkan berbagai solusi yang dapat membantu petani mengolah hasil pertanian yang gagal panen menjadi produk olahan yang tetap bernilai jual dan bermanfaat. Yusri berharap petani di Kutim dapat lebih mandiri dalam mengelola hasil panen mereka dan membuat produk yang kompetitif dengan pelatihan ini.
Diharapkan juga bahwa program ini akan menjadi langkah awal menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan yang berbasis pertanian di Kutai Timur.
Yusri menyatakan bahwa jenis pendidikan ini sangat penting untuk membuka peluang baru di sektor pertanian lokal.
Dia menyimpulkan, “Kami ingin para petani tidak hanya bergantung pada penjualan hasil mentah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar.“ADV
Masukkan alamat email untukmendapatkan informasi terbaru