Kutai Timur – Meski perbaikan jalan provinsi yang melintasi Kecamatan Karangan masih dalam tahap rencana, masyarakat tidak hanya menunggu dan mengeluh. Warga bersama perusahaan sekitar bergotong royong memperbaiki ruas jalan yang rusak agar aktivitas ekonomi tetap berjalan lancar. Langkah ini menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat dalam membangun akses vital bagi kesejahteraan masyarakat.
“Untungnya lahan di sana berbatu, jadi tidak becek. Perusahaan juga bantu perbaikan sebagian,” ujar Camat Karangan, Madnuh saat diwawancarai.
Madnuh menjelaskan bahwa kondisi geografis Karangan yang berbatu memang menjadi keuntungan karena jalan tidak terlalu licin saat hujan. Meskipun demikian, perbaikan tetap dibutuhkan agar kendaraan pengangkut hasil pertanian seperti kakao dapat melalui jalur tersebut tanpa hambatan berarti.
“Kita koordinasi terus dengan perusahaan, mereka tanggap dan bantu alat berat juga,” sambungnya.
Partisipasi perusahaan setempat dalam perbaikan akses jalan ini menjadi bukti bahwa kemajuan Karangan tidak hanya bertumpu pada Pemerintah Daerah (Pemda), tetapi juga membutuhkan dukungan stakeholder lain. Keberadaan alat berat dan tenaga operasional dari perusahaan mempercepat proses perbaikan darurat yang dilakukan secara bertahap.
Di sisi lain, peningkatan jalan ini sangat penting bagi sektor ekonomi Karangan. Sentra produksi kakao terbesar di Kalimantan Timur (Kaltim) ini sedang menuju industri pengolahan cokelat yang lebih modern. Jalan yang memadai memungkinkan produk lokal menjangkau pasar luar daerah dengan efisien. Selain itu, mobilitas wisatawan yang ingin menikmati destinasi alam seperti Gua Ara Raya, Gunung Beriun, dan wisata air panas juga menjadi lebih mudah jika kondisi jalan baik.
Dengan kolaborasi yang terjalin, masyarakat berharap perbaikan jalan provinsi segera terealisasi sepenuhnya setelah proses perencanaan teknis rampung. Madnuh menegaskan bahwa perbaikan total masih menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, namun dukungan dari warga dan perusahaan telah menjadi solusi nyata sementara.
Madnuh berharap upaya bersama ini terus berlanjut hingga seluruh akses utama menuju Karangan benar-benar layak dilalui kendaraan besar dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah secara berkelanjutan. (ADV/TS)
Masukkan alamat email untukmendapatkan informasi terbaru