Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Yusri Yusuf Respon Alokasi 30 Miliar untuk Rehabilitasi Pasar, Soroti Masalah Pasar Tumpah

17 Nov 2024 04:00:01707 Dibaca
No Photo

Kutai Timur - Yusri Yusuf, anggota DPRD Kutai Timur, menyambut baik alokasi anggaran sebesar Rp30 miliar untuk rehabilitasi pasar-pasar di daerah tersebut.


Menurut Yusri, penataan pasar memegang peranan penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, baik untuk pedagang maupun pengunjung. Hal ini, pada akhirnya, dapat mendorong peningkatan bisnis dan ekonomi di tingkat lokal.


“Harapannya, dengan pasar yang bersih dan tertata, ibu-ibu yang ingin berbelanja atau berusaha di pasar akan merasa aman dan nyaman. Hal ini tentunya akan mendukung kelancaran proses jual beli di pasar-pasar kita,” kata Yusri di ruang kerjanya, Kamis (14/11/2024).


Namun, Yusri menekankan masalah tambahan yang dihadapi pasar tradisional Kutai Timur, terutama mengenai kurangnya pengunjung di pasar induk yang terletak di lokasi resmi.


Ia mengatakan bahwa banyak orang lebih suka berbelanja di pasar tumpah di pinggir jalan, yang sering menyebabkan kemacetan lalu lintas.


Pasar induk yang teratur seringkali tidak memiliki banyak pengunjung, sementara pasar tumpah di pinggir jalan lebih menarik bagi masyarakat, meskipun menyebabkan kemacetan. Yusri menjelaskan, “Masyarakat—terutama mereka yang tinggal di pinggir jalan—memiliki hak untuk berusaha, tetapi ini mengganggu ketertiban lalu lintas.”


Yusri mengatakan bahwa aturan harus diterapkan secara tegas untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengatur dan menjaga ketertiban di pasar.


Menurutnya, mengatur pasar tumpah harus menyeimbangkan hak masyarakat untuk berusaha dengan kebutuhan akan ketertiban lalu lintas.


Dia menyatakan, “Penertiban pasar tumpah memang perlu dilakukan, namun kita harus memastikan hal itu tidak merugikan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sana. Pansus yang akan dibentuk diharapkan dapat menemukan solusi yang adil, agar pasar induk dan pasar tumpah dapat berkembang tanpa menimbulkan konflik di masyarakat.” Yusri juga berharap bahwa peningkatan penataan pasar akan mendorong ekonomi lokal Kutai Timur untuk berkembang, dan masyarakat akan merasakan manfaat langsung dari infrastruktur pasar yang lebih baik.


Ia juga menyatakan bahwa untuk menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi semua pihak, pasar induk dan pasar tumpah harus diperhatikan secara seimbang.


Yusri Yusuf menyimpulkan, “Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan segera menerapkan aturan yang jelas melalui Pansus, sehingga semua pasar dapat berkembang secara teratur dan memberikan manfaat bagi masyarakat.“ADV