Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menekankan pentingnya pengelolaan ruang yang tetap memperhatikan keberadaan kawasan hutan di tengah aktivitas pertambangan dan perkebunan yang berkembang di daerah.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan aktivitas ekonomi dan keberadaan kawasan hutan dapat berjalan berdampingan sepanjang pengelolaan wilayah dilakukan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.
“Meski ada kegiatan tambang dan perkebunan sawit, keberadaan kawasan hutan tetap harus diperhatikan,” kata Ardiansyah di Kutai Timur, beberapa hari lalu.
Menurut Ardiansyah, keberadaan aktivitas pertambangan tidak serta-merta menghilangkan kawasan hutan yang masih terdapat di wilayah Kutim.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya ruang yang perlu dikelola secara seimbang antara kegiatan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Ia juga menyoroti keberadaan perkebunan kelapa sawit dalam kaitannya dengan kebijakan pengelolaan kawasan hutan. Menurutnya, apabila tanaman sawit dapat masuk dalam kategori tertentu terkait konservasi hutan, keberadaan vegetasi tersebut berpotensi turut diperhitungkan dalam pengelolaan kawasan.
Namun, Ardiansyah mengakui kebijakan yang berlaku saat ini belum memasukkan sawit sebagai tanaman hutan.
Karena itu, ia menyampaikan pandangan tersebut sebagai bagian dari pembahasan mengenai pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan ruang.
Dikatakannya bahwa pemerintah daerah perlu terus mengikuti perkembangan kebijakan terkait kawasan hutan agar arah pembangunan daerah dapat disesuaikan dengan ketentuan pemerintah pusat.
Menurut dia, keseimbangan antara kegiatan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan menjadi bagian penting dalam pengelolaan wilayah Kutim. Pemerintah daerah juga perlu memiliki pemahaman yang sama dalam menyusun kebijakan pemanfaatan ruang.
Ardiansyah berharap pembahasan mengenai posisi tanaman perkebunan dalam kebijakan kehutanan dapat terus dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.
“Kalau sawit dapat masuk dalam kebijakan tanaman hutan, tentu akan memberikan tambahan dalam pengelolaan kawasan,” tukasnya. (YS/ADV)
Masukkan alamat email untukmendapatkan informasi terbaru