Kutai Timur – Peningkatan produksi padi di Kutai Timur (Kutim) mulai membutuhkan dukungan fasilitas pengolahan yang lebih memadai. Salah satu yang disiapkan untuk dioptimalkan ialah Rice Processing Unit (RPU) milik pemerintah.
Kebutuhan tersebut terlihat di kawasan Kobun yang mengalami peningkatan produktivitas. Dua Rice Milling Unit (RMU) yang selama ini digunakan petani dinilai mulai tidak mampu mengimbangi kenaikan hasil panen.
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutim, Dyah Ratnaningrum, pemanfaatan RPU masih membutuhkan sejumlah persiapan. Pemerintah perlu menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola fasilitas tersebut sekaligus merapikan aspek legal standing agar pengoperasiannya memiliki dasar yang jelas.
“RPU itu anggaran pemerintah luar biasa besarnya. Kalau ini sampai terlantar kan kasihan, sayang uang segitu. Terus terang sebenarnya ini sangat-sangat kami perlukan,” ujar Dyah.
Persiapan tersebut dilakukan agar fasilitas yang dibangun dengan anggaran pemerintah dapat digunakan secara maksimal. Setelah aspek pengelolaan dan legalitas diselesaikan, RPU diharapkan dapat mendukung kebutuhan pengolahan hasil pertanian.
Kondisi di Kobun menjadi salah satu alasan pentingnya fasilitas tersebut. Dua RMU yang dimiliki Pak Suko dan Pak Waluyo sebelumnya masih mampu menangani hasil panen ketika produksi berada pada kisaran 3,5 hingga 4 ton.
Namun, produktivitas yang kini rata-rata mencapai 6,4 ton membuat kapasitas pengolahan tersebut mulai terbatas. Bahkan, terdapat hasil panen yang mencapai 7,4 ton, 6,8 ton, dan lebih dari 5 ton.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan pengolahan perlu mengikuti perkembangan produksi di tingkat petani. Jika fasilitas pengolahan tidak mampu menampung hasil panen, peningkatan produksi berpotensi menimbulkan persoalan baru pada sisi hilir.
“Dua RMU ini sudah enggak mengatasi. Makanya itulah yang nanti insyaallah kita upayakan, kita akan memanfaatkan itu,” ungkapnya.
Dyah menilai keberadaan RPU dapat menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan tersebut. Namun, pemanfaatannya tetap harus didukung pengelolaan yang jelas agar fasilitas dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi petani.
Optimalisasi RPU diharapkan dapat memperkuat pengolahan hasil panen sekaligus menjaga kesinambungan antara peningkatan produksi di tingkat petani dengan kemampuan penanganan hasil pertanian di sisi hilir. (ADV/IR)
Masukkan alamat email untukmendapatkan informasi terbaru