Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menilai keberadaan kawasan hutan yang masih luas menjadi salah satu modal penting dalam menjaga keseimbangan pemanfaatan ruang dan pembangunan daerah.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebut sebagian besar wilayah Kutim masih berupa kawasan hutan sehingga pemerintah memiliki ruang untuk menjaga keberlanjutan lingkungan di tengah aktivitas pembangunan.
“Kalau tidak salah, sekitar 65 persen wilayah Kutai Timur masih berupa kawasan hutan,” kata Ardiansyah di Kutai Timur, beberapa hari lalu.
Menurut Ardiansyah, kondisi tersebut menunjukkan kawasan hutan masih memiliki porsi yang besar dibandingkan keseluruhan wilayah daerah.
Ia mengatakan keberadaan kawasan hutan juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan wilayah yang harus diperhatikan seiring dengan berkembangnya berbagai aktivitas pembangunan dan pemanfaatan lahan.
Ardiansyah mengacu pada ketentuan yang mengatur agar sebagian wilayah tetap dipertahankan sebagai kawasan hutan. Menurutnya, kondisi Kutim saat ini masih berada pada posisi yang dinilai aman berdasarkan gambaran luasan hutan yang dimiliki.
Dikatakannya, pemerintah daerah perlu melihat potensi wilayah secara menyeluruh dengan tetap memperhatikan keberadaan kawasan hutan.
“Pendekatan tersebut diperlukan agar pembangunan dapat berjalan berdampingan dengan upaya menjaga fungsi lingkungan,” tambahnya.
Kondisi kawasan hutan yang masih luas juga menjadi pertimbangan dalam melihat perkembangan sektor lain di Kutim, termasuk pertambangan dan perkebunan.
Ardiansyah menegaskan pemerintah tetap perlu memiliki data mengenai kondisi kawasan hutan sebagai bagian dari perencanaan pembangunan dan pengelolaan wilayah.
Dengan informasi yang jelas, pemerintah dapat menyusun kebijakan pemanfaatan ruang secara lebih terarah sekaligus memastikan keberadaan kawasan hutan tetap menjadi bagian dari perhatian dalam pembangunan daerah.
“Kita masih memiliki kawasan hutan yang cukup luas sehingga pengelolaannya harus tetap dijaga dalam setiap kebijakan pembangunan,” tukasnya. (YS/ADV)
Masukkan alamat email untukmendapatkan informasi terbaru