Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mendorong penyelesaian persoalan aset melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga penanganan tidak hanya dibebankan kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan penyelesaian persoalan aset membutuhkan keterlibatan berbagai perangkat daerah karena setiap persoalan memiliki tahapan dan kewenangan yang berbeda.
“BPKAD tidak bisa bekerja sendiri karena penyelesaian aset membutuhkan koordinasi yang efektif antarperangkat daerah,” kata Ardiansyah dalam rapat di Sangatta, beberapa hari lalu.
Menurut dia, pembagian peran antarlembaga menjadi bagian penting untuk mempercepat penyelesaian berbagai bidang aset yang masih memiliki persoalan administrasi maupun legalitas. OPD terkait perlu menjalankan tugas sesuai kewenangan dan terus berkomunikasi dengan BPKAD sebagai perangkat daerah yang menangani pengelolaan aset.
Ardiansyah meminta proses penyelesaian dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kemampuan pemerintah daerah. Persoalan aset yang belum selesai diharapkan dapat ditangani dalam beberapa tahun mendatang melalui langkah yang terkoordinasi.
Upaya tersebut juga diarahkan untuk memberikan kepastian terhadap hak masyarakat yang berkaitan dengan tanah maupun aset pemerintah. Pemerintah daerah perlu memastikan setiap persoalan memiliki jalur penyelesaian yang jelas agar tidak terus menjadi kendala dalam pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik.
Penguatan koordinasi menjadi salah satu pendekatan Pemkab Kutim dalam menata aset daerah. Melalui komunikasi antara BPKAD dan OPD terkait, pemerintah dapat mengidentifikasi persoalan, menentukan pihak yang bertanggung jawab, serta mengawal proses penyelesaiannya.
Ardiansyah menegaskan penyelesaian persoalan aset tidak dapat dilakukan secara parsial karena membutuhkan kerja bersama antarinstansi.
“Kita harus saling berkoordinasi agar persoalan aset dapat diselesaikan secara bertahap dan hak masyarakat tidak terus tertunda,” ujar Ardiansyah. (YS/ADV)
Masukkan alamat email untukmendapatkan informasi terbaru