Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Cadangan Pangan Pemerintah Kutim Tersedia 83,64 Ton

06 Oct 2026 04:00:30301 Dibaca
No Photo

Kutai Timur - Cadangan pangan pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) saat ini tercatat masih tersedia, dengan stok milik pemerintah daerah yang disimpan di Bulog mencapai 83,64 ton. Kondisi tersebut menjadi salah satu penyangga untuk menghadapi kemungkinan kebutuhan pangan akibat kondisi tertentu.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutim, Dyah Ratnaningrum, mengatakan stok tersebut merupakan cadangan pangan milik pemerintah kabupaten. Cadangan itu tetap dijaga karena sewaktu-waktu dapat dibutuhkan ketika terjadi kondisi yang memerlukan dukungan pangan.


“Saat ini kita cadangan pangan kita masih mempunyai 83,64 ton. Saat ini cadangan pangan kita yang disimpan di Bulog. Itu punyanya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur,” kata Dyah.


Selain stok pemerintah daerah, Kutim juga memperoleh bantuan cadangan pangan dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut diberikan untuk periode Juli, Agustus dan September dengan total sekitar 1.018,98 ton.


Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 33.963 orang. Masing-masing penerima memperoleh 10 kilogram setiap bulan, sehingga selama tiga bulan jumlah yang diterima mencapai 30 kilogram per orang.


“Yang bulan Juli, Agustus, September ini 33.963 orang ini masing-masing dapat 30 kilo dalam kemasan 10 kiloan,” ujar Dyah.


Menurutnya, tambahan bantuan dari pemerintah pusat membuat kondisi cadangan pangan pemerintah daerah untuk sementara berada dalam posisi aman. Stok daerah tidak harus segera seluruhnya didistribusikan karena terdapat bantuan pusat yang telah diberikan kepada masyarakat.


“Cadangan pangan yang miliknya pemerintah kabupaten sementara aman,” katanya.


Kondisi tersebut juga menjadi pertimbangan dalam menjaga cadangan daerah. Pemerintah daerah tetap perlu memiliki stok yang dapat digunakan apabila terjadi kondisi darurat, termasuk kemungkinan bencana yang berdampak pada kebutuhan pangan masyarakat.


Dyah mengatakan cadangan tersebut perlu dipertahankan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diharapkan. Bencana seperti banjir disebut sebagai salah satu kemungkinan yang perlu diantisipasi, meskipun diharapkan tidak terjadi.


Keberadaan stok pemerintah daerah dan bantuan pusat memiliki fungsi yang berbeda dalam pengelolaan pangan. Bantuan pusat telah disalurkan kepada penerima untuk kebutuhan periode tertentu, sedangkan cadangan pemerintah kabupaten tetap dipertahankan sebagai salah satu persediaan yang dapat digunakan ketika diperlukan.


Dengan kondisi tersebut, Dinas Ketahan Pangan Kutim masih memantau posisi cadangan pangan pemerintah daerah sekaligus pelaksanaan bantuan pangan dari pusat. Pengelolaan stok diarahkan agar ketersediaan pangan tetap terjaga ketika masyarakat menghadapi kondisi yang membutuhkan dukungan pemerintah.


Cadangan pangan menjadi salah satu unsur penting dalam ketahanan pangan daerah karena ketersediaannya dapat menjadi penyangga ketika terjadi gangguan atau kebutuhan yang tidak terduga. (ADV/IR)

Terkini