Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Cipto Buntoro Dorong Pemerataan Akses Listrik hingga Wilayah Kepulauan Sangkulirang

17 Sep 2026 10:00:46305 Dibaca
No Photo

Kutai Timur - Perluasan jaringan listrik di Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terus berlanjut. Pada 2026, sebanyak lima desa disebut telah dijangkau listrik PT PLN (Persero), setelah sebelumnya enam desa memperoleh perluasan jaringan pada 2025. Upaya tersebut menjadi bagian dari perkembangan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat di wilayah tersebut.

Camat Sangkulirang, Cipto Buntoro, mengatakan penambahan jangkauan listrik menjadi salah satu perkembangan pembangunan yang dirasakan di kawasan kecamatan. Akses listrik dinilai penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat sekaligus mendukung perkembangan desa.

“Di tahun 2025 yang lalu sudah enam desa, kemudian di tahun 2026 ini ada lima desa yang dijangkau oleh listrik PLN,” ujar Cipto.

Perluasan jaringan tersebut melanjutkan upaya penyediaan akses listrik bagi desa-desa yang sebelumnya belum terjangkau layanan PLN. Menurut Cipto, ketersediaan energi menjadi salah satu kebutuhan infrastruktur yang perlu terus diperhatikan agar pembangunan di wilayah Sangkulirang dapat berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, belum seluruh wilayah menikmati akses listrik PLN. Sejumlah kawasan masih mengandalkan sumber listrik komunal untuk memenuhi kebutuhan energi. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerataan akses listrik masih menjadi pekerjaan yang perlu dilanjutkan, terutama bagi wilayah dengan kondisi geografis yang memiliki tantangan tersendiri.

Salah satu wilayah yang masih menggunakan sumber listrik komunal adalah Pulau Miang. Saat ini, kebutuhan listrik di pulau tersebut masih ditopang bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur. Pemerintah kecamatan telah mengusulkan agar Pulau Miang dapat memperoleh dukungan jaringan listrik PLN pada masa mendatang.

Namun, rencana penyediaan listrik di wilayah kepulauan tersebut perlu mempertimbangkan kondisi geografis serta pilihan teknologi yang sesuai. Karakter wilayah Pulau Miang menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam menentukan metode pembangunan jaringan listrik.

Cipto menjelaskan, sebelumnya terdapat usulan agar jaringan listrik menuju Pulau Miang dibangun menggunakan kabel bawah laut. Akan tetapi, berdasarkan pembahasan bersama pihak PLN, pilihan tersebut dinilai memiliki tantangan, terutama berkaitan dengan pemeliharaan jaringan dan biaya pembangunan.

“Untuk di Kaltim sementara ini hanya di daerah Nunukan yang menggunakan kabel bawah laut,” ujarnya.

Pertimbangan tersebut membuat penyediaan listrik untuk Pulau Miang masih memerlukan alternatif yang sesuai dengan kondisi wilayah. Pemerintah kecamatan berharap usulan perluasan jaringan PLN tetap mendapat perhatian sehingga masyarakat di kawasan kepulauan memiliki peluang memperoleh akses listrik yang lebih memadai.

Bagi wilayah seperti Pulau Miang, penyediaan listrik tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan penerangan, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan infrastruktur bagi aktivitas masyarakat. Karena itu, pemilihan teknologi dan skema penyediaan energi perlu disesuaikan dengan karakter wilayah agar dapat memenuhi kebutuhan setempat.

Capaian perluasan jaringan di lima desa pada 2026, setelah enam desa dijangkau pada tahun sebelumnya, menjadi bagian dari perkembangan infrastruktur kelistrikan di Sangkulirang. Meski demikian, usulan penyediaan listrik PLN untuk Pulau Miang masih menjadi perhatian pemerintah kecamatan.

Cipto berharap pemerataan akses energi dapat terus berlanjut, termasuk bagi wilayah yang masih mengandalkan listrik komunal. Dengan dukungan infrastruktur yang sesuai kebutuhan dan kondisi geografis, pemenuhan kebutuhan energi masyarakat di Kecamatan Sangkulirang diharapkan dapat berkembang sejalan dengan pembangunan wilayah. (EL/ADV)

Terkini