Kutai Timur – Pengembangan olahraga dan kegiatan kepemudaan di Kabupaten Kutai Timur membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, tidak hanya pemerintah daerah. Keterbatasan jangkauan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat keterlibatan perusahaan melalui dukungan kegiatan dan sarana olahraga dinilai penting, khususnya di tingkat kecamatan.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Kabupaten Kutai Timur, Basuki Isnawan, mengatakan pihaknya terus membangun komunikasi dengan perusahaan yang beroperasi di sejumlah wilayah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu membuka ruang bagi pemuda untuk menjalankan kegiatan olahraga maupun aktivitas kepemudaan.
Menurut Basuki, Dispora berupaya menjadi penghubung awal antara pemerintah, perusahaan, dan kelompok pemuda. Setelah komunikasi dengan perusahaan terbuka, pemuda dan pihak terkait diharapkan dapat melanjutkan hubungan tersebut agar kerja sama tidak berhenti pada satu kegiatan saja.
“Saya datang ke sana, saya sudah bukakan pintunya, tinggal adik-adik ini meneruskan,” kata Basuki, Senin (21/9/2026).
Ia menjelaskan, dukungan perusahaan dapat diberikan dengan tetap memperhatikan keberlangsungan kegiatan usaha. Di sisi lain, pemuda memperoleh kesempatan untuk menjalankan berbagai aktivitas yang bermanfaat bagi masyarakat di wilayah masing-masing.
“Teman-teman swasta saya begini, dia mau support, dengan support, usaha mereka bisa berjalan, enggak terganggu juga usaha mereka, anak-anak muda ini di-support dengan baik,” ujarnya.
Basuki mencontohkan pelaksanaan kejuaraan tinju di Kaliorang yang mendapat dukungan dari perusahaan. Kegiatan tersebut bahkan mampu menarik kehadiran masyarakat dalam jumlah besar.
“Contoh kemarin waktu saya kegiatan tinju kejuaraan di Kaliorang, luar biasa itu perusahaan, ribuan orang hadir waktu itu, saya didukung banget sama teman-teman,” jelasnya.
Dukungan serupa juga terlihat dalam kegiatan sepak bola di Kaubun. Menurut Basuki, perusahaan turut mengambil bagian dalam mendukung kegiatan tersebut meskipun pelaksanaannya tidak menggunakan APBD.
“Di Kaubun sepak bola luar biasa, lagi-lagi perusahaan yang datang, enggak ada APBD di sana,” katanya.
Selain mendukung penyelenggaraan kegiatan, keterlibatan perusahaan juga dapat diarahkan pada penyediaan sarana dan prasarana olahraga. Hal tersebut dinilai penting agar aktivitas olahraga di kecamatan memiliki fasilitas yang dapat digunakan masyarakat secara berkelanjutan.
“Termasuk sarana prasarana olahraganya dibantu juga oleh perusahaan,” ujarnya.
Basuki menilai pola kerja sama lintas sektor perlu terus dikembangkan karena pembangunan pemuda dan olahraga memiliki cakupan yang luas. Pemerintah daerah, perusahaan, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat memiliki ruang untuk mengambil bagian sesuai kapasitas masing-masing.
“Sudah terbangun kesepahaman, tanggung jawab pembangunan pemuda dan olahraga adalah tanggung jawab kita semua,” tandasnya. (SH/ADV)
Masukkan alamat email untukmendapatkan informasi terbaru