Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Fasilitas Makin Layak, Retribusi Kawasan Olahraga Mulai Tambah PAD Kutim

05 Oct 2026 06:00:58305 Dibaca
No Photo

Kutai Timur – Pembenahan kawasan olahraga di Kabupaten Kutai Timur mulai menunjukkan dampak terhadap penerimaan daerah. Fasilitas yang semakin layak dimanfaatkan masyarakat turut membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi penggunaan sarana olahraga.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Kabupaten Kutai Timur, Basuki Isnawan, mengatakan penerimaan dari retribusi fasilitas olahraga mulai terlihat sejak 2024 dan berlanjut pada 2025. Sebelumnya, fasilitas olahraga di daerah tersebut belum memberikan kontribusi PAD.

“Dari semenjak saya 2024 sampai 2025 yang sebelumnya belum pernah ada PAD, bisa memberikan peningkatan PAD yang luar biasa,” kata Basuki.

Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi indikasi bahwa sektor olahraga memiliki kontribusi lebih luas. Selain menyediakan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas dan mendukung pembinaan, fasilitas olahraga juga dapat menjadi salah satu sumber pendapatan daerah melalui retribusi yang pelaksanaannya telah memiliki dasar hukum berupa Peraturan Daerah (Perda).

Basuki menyebut nilai penerimaan yang terkumpul dari retribusi fasilitas olahraga selama 2024 hingga 2025 telah mencapai ratusan juta rupiah. Kondisi tersebut berbeda dibandingkan periode sebelumnya ketika penerimaan dari sektor tersebut belum berjalan.

“Artinya apa, dari olahraga kita juga bisa berkontribusi memberikan pendapatan asli buat daerah, itu satu lompatan yang cukup baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penggunaan fasilitas olahraga dikenakan retribusi sesuai ketentuan dalam Perda. Meski demikian, tarif yang diberlakukan masih berada pada tingkat yang terjangkau sehingga tidak menjadi beban bagi masyarakat yang ingin menggunakan fasilitas.

“Orang enggak keberatan karena betul-betul memang murah dan tempatnya baik, lumayanlah, sudah ratusan juta dari 2024 sampai 2025,” jelasnya.

Basuki menilai kondisi fasilitas menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemauan masyarakat untuk membayar retribusi. Sebelum dilakukan pembenahan, sejumlah bagian kawasan olahraga berada dalam kondisi kurang layak, mulai dari rumput stadion yang tinggi hingga kebersihan lingkungan dan toilet yang tidak berfungsi.

“Orang mau beretribusi bagaimana kalau stadionnya dulu orang malas, rumputnya tinggi, jorok, terus WC buntu, enggak bisa,” katanya.

Setelah fasilitas diperbaiki dan kawasan olahraga menjadi lebih nyaman, masyarakat semakin tertarik memanfaatkannya. Peningkatan penggunaan tersebut kemudian ikut membuka peluang penerimaan retribusi sekaligus memperluas kontribusi sektor olahraga terhadap PAD Kabupaten Kutai Timur. (SH/ADV)

Terkini