Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Gerakan Pangan Murah dan Menanam Disiapkan Perkuat Ketahanan Pangan Kutim

06 Oct 2026 03:00:44301 Dibaca
No Photo

Kutai Timur - Dinas Ketahanan Pangan Kutai Timur (Kutim) menyiapkan sejumlah kegiatan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat, mulai dari gerakan pangan murah hingga gerakan menanam serentak di lingkungan keluarga dan perkantoran.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutim, Dyah Ratnaningrum, mengatakan gerakan pangan murah direncanakan berlangsung pada 10-11 Oktober dan berlanjut hingga kegiatan Expo. Kegiatan tersebut menyediakan sejumlah paket kebutuhan pokok seperti beras, minyak dan gula dengan harga di bawah pasar.


“Di situ ada paket-paket sembako, beras, minyak sama gula. Nah, itu dengan harga dari Bulog di bawah harga pasar,” kata Dyah.


Gerakan pangan murah juga direncanakan kembali menjelang Natal dan Tahun Baru. Untuk pelaksanaan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan berencana berkoordinasi dengan Koperasi Merah Putih serta Dinas Koperasi.


Dalam pelaksanaannya, kegiatan pangan murah melibatkan sejumlah perangkat daerah. Koordinasi dilakukan dengan Dinas Pertanian, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan, bagian ekonomi, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.


Selain pangan murah, Dinas Ketahanan Pangan juga menyiapkan gerakan menanam serentak. Surat edaran Bupati Kutim telah disiapkan untuk mengajak OPD, Forkopimda, sekolah, dan perusahaan melakukan penanaman di lingkungan masing-masing.


Gerakan tersebut tidak diarahkan dalam skala lahan yang luas. Pemanfaatan pekarangan menjadi titik utama sehingga keluarga, kantor maupun lingkungan lainnya dapat ikut berkontribusi.


“Gerakan nanam serentak ini untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga. Tidak dalam skala besar, berapa hektar itu enggak, hanya dalam skala pekarangan saja,” ujar Dyah.


Menurutnya, apabila gerakan tersebut dilakukan secara masif, dampaknya dapat mendukung ketahanan pangan keluarga. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah cabai yang disebut berkaitan dengan inflasi.


Penanaman sayuran juga dinilai dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan pangan rumah tangga. Dalam wawancara, sayuran disebut dapat menjadi bagian dari komoditas yang berpengaruh terhadap laju inflasi.


Karena itu, gerakan menanam tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan bercocok tanam, tetapi juga bagian dari penguatan pangan keluarga. Pemanfaatan pekarangan memungkinkan masyarakat menghasilkan sebagian kebutuhan pangan dari lingkungan sendiri.


Sementara gerakan pangan murah memberikan akses terhadap sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang disebut berada di bawah harga pasar. Kedua kegiatan tersebut memiliki pendekatan berbeda tetapi sama-sama diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.


Dinas Ketahan Pangan Kutim selanjutnya mengoordinasikan kegiatan tersebut bersama perangkat daerah terkait. Dengan pelaksanaan secara bersama, gerakan pangan murah dan gerakan menanam diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan dari sisi akses maupun ketersediaan di tingkat keluarga. (ADV/IR)

Terkini