Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Gudang Bulog Diharapkan Siap Sebelum Panen

02 Oct 2026 05:00:57299 Dibaca
No Photo

Kutai Timur - Kesiapan fasilitas penyimpanan menjadi perhatian pemerintah daerah menjelang periode panen di Kutai Timur (Kutim). Gudang Bulog diharapkan dapat tersedia pada Januari atau Februari sehingga mampu mendukung penanganan hasil pertanian saat produksi mulai meningkat.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kutim, Dyah Ratnaningrum, mengatakan keberadaan fasilitas penyimpanan perlu disiapkan sejalan dengan peningkatan produksi pertanian. Kesiapan tersebut penting agar hasil panen tidak menghadapi keterbatasan tempat penampungan.


Rencana pembangunan gudang tersebut didukung dengan penyediaan lahan sekitar tiga hektare. Lahan itu dipersiapkan sebagai bagian dari kebutuhan fasilitas penyimpanan yang diharapkan memperkuat sektor hilir pertanian Kutim.


Menurut Dyah, pengembangan pertanian harus memperhatikan seluruh rangkaian proses, termasuk setelah hasil produksi keluar dari lahan. Penanganan pascapanen menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari peningkatan produksi.


“Tempat yang sebenarnya hampir mirip dengan pertanian. Jadi kalau pertanian itu di hulunya, nah harus ada yang menangani di hilirnya,” ujar Dyah.


Ia menjelaskan, peningkatan produksi tanpa kesiapan fasilitas hilir dapat menimbulkan persoalan dalam penanganan hasil. Karena itu, pembangunan fasilitas penyimpanan perlu berjalan beriringan dengan pengembangan produksi pertanian.


“Kalau hilirnya tidak dikerjakan, hulunya ini akan berhenti,” katanya.


Kebutuhan tersebut semakin terlihat dari potensi produksi pertanian yang mencapai ribuan ton. Pada salah satu wilayah produksi, potensi hasil panen sekitar 3.000 ton, sementara penyerapan Bulog baru berada di kisaran 300 ton.


Selain itu, program pengembangan areal sekitar 850 hektare memiliki potensi produksi sekitar 6.800 hingga 8.500 ton dengan produktivitas 8–10 ton per hektare. Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya kesiapan sarana penyimpanan apabila produksi meningkat.


Dengan target fasilitas tersedia pada Januari atau Februari, gudang diharapkan dapat mendukung penanganan hasil panen pada waktunya. Penyediaan fasilitas hilir menjadi bagian penting untuk menjaga kesinambungan antara peningkatan produksi petani dengan kemampuan daerah dalam menampung hasil pertanian.


Dyah menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai produksi. Kesiapan fasilitas setelah panen juga menjadi bagian penting agar hasil pertanian dapat dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. (ADV/IR)



Terkini