Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Panen Kobun Capai 2.998 Ton, Produktivitas Padi Ditarget Naik

06 Oct 2026 08:00:34299 Dibaca
No Photo

Kutai Timur - Kawasan Kobun menjadi salah satu titik penting produksi pangan Kutai Timur (Kutim) setelah panen periode Agustus-September menghasilkan hampir 3.000 ton gabah kering panen. Produktivitas tersebut selanjutnya diarahkan untuk ditingkatkan melalui penanaman kembali.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutim, Dyah Ratnaningrum, mengatakan panen di Kobun berlangsung pada lahan seluas 468,5 hektare. Dari luasan tersebut, produktivitas rata-rata mencapai 6,4 ton per hektare dengan total produksi sekitar 2.998,4 ton gabah kering panen.


“Total gabah yang gabah kering panennya itu hampir 3.000, 2.998,4 ton,” ungkap Dyah.


Produksi tersebut berasal dari lima desa yang berada di kawasan panen Kobun, yakni Bumi Rapak, Bumi Etam, Cipta Graha, Bumi Jaya dan Kadungan Jaya. Kawasan Kobun sendiri disebut sebagai lumbung pangan terbesar dibandingkan dua kawasan lainnya yang juga disebut dalam wawancara.


Setelah panen, petani Kobun diarahkan kembali melakukan penanaman pada Oktober. Siklus tersebut dipersiapkan agar produksi dapat kembali berlangsung dan panen berikutnya diperkirakan berlangsung pada awal tahun berikutnya.


Pada penanaman berikutnya, produktivitas menjadi perhatian. Dalam program yang disebutkan dalam wawancara, target produksi berada pada kisaran 8 hingga 10 ton per hektare. Sekitar 450 hektare di Kobun disebut ditargetkan mengikuti program tersebut.


“Nah, itu targetnya 8 sampai 10 ton per hektar produktivitasnya,” ujar Dyah.


Kobun juga telah memiliki sistem irigasi teknis sehingga penanaman tidak hanya bergantung pada kondisi hujan. Kesiapan tersebut menjadi salah satu bagian yang mendukung rencana penanaman kembali setelah masa panen.


Namun, peningkatan produktivitas juga harus diikuti kesiapan pada sisi hilir. Semakin besar hasil panen yang diperoleh, semakin besar pula kebutuhan terhadap pembeli, fasilitas pengolahan, dan penyimpanan hasil pertanian.


Karena itu, peningkatan produksi tidak berdiri sendiri. Dinas Ketahanan Pangan juga menaruh perhatian terhadap pemasaran hasil panen dan kapasitas rice milling unit agar peningkatan produksi dapat diikuti kemampuan mengolah serta menyerap gabah petani.


Dengan pola tersebut, peningkatan produktivitas di Kobun diharapkan berjalan bersama dengan kesiapan rantai pangan. Produksi yang lebih tinggi membutuhkan pengelolaan dari masa tanam hingga hasil panen dapat terserap.


Bagi Kutim, penguatan produksi di kawasan Kobun menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan pangan melalui peningkatan hasil pertanian sekaligus penataan kebutuhan pascapanen. (ADV/IR)

Terkini