Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Harga Cabai Kutim Naik, Kerja Sama Antardaerah Disiapkan Buka Akses Pasokan

08 Oct 2026 01:00:42304 Dibaca
No Photo

Kutai Timur – Kenaikan harga cabai menjadi salah satu persoalan pasokan pangan yang mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyiapkan kerja sama antardaerah sebagai alternatif sumber komoditas ketika produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kutai Timur Pratama Erwin Harianto mengatakan kerja sama tersebut baru memasuki tahap awal setelah penandatanganan dilakukan di Samarinda bersama sejumlah daerah, termasuk Pati dan Blitar.

Menurutnya, komoditas cabai dipilih sebagai tahap awal karena pergerakan harganya cukup berpengaruh terhadap kondisi pangan dan perkembangan harga di Kutai Timur, sehingga ketersediaan pasokan perlu dijaga melalui sumber alternatif.

“Untuk tahap awal, kerja sama tersebut akan diarahkan pada komoditas cabai karena saat ini komoditas tersebut menjadi salah satu penyumbang kenaikan harga pangan di daerah,” kata Pratama di Kantor Disperindag Kutim, Kamis (8/10/2026).

Ia menjelaskan kerja sama tersebut tidak akan membuat pemerintah bertransaksi langsung dengan pedagang, melainkan menggunakan pola bisnis to bisnis antarpedagang sehingga pelaku usaha di Kutai Timur dapat terhubung dengan pedagang dari daerah yang memiliki pasokan.

Melalui pola itu, pedagang Kutai Timur nantinya dipertemukan dengan pedagang unggulan dari daerah mitra untuk memperoleh komoditas tertentu sesuai kebutuhan serta kondisi harga yang sedang berkembang di daerah.

Pratama mengatakan jenis komoditas yang diperdagangkan juga tidak bersifat tetap karena akan menyesuaikan kebutuhan Kutai Timur, terutama ketika terjadi kenaikan harga atau gangguan pasokan pada bahan pangan tertentu.

“Pedagang di Kutai Timur nantinya akan dipertemukan dengan pedagang unggulan dari daerah mitra sehingga kebutuhan komoditas tertentu bisa dipenuhi langsung dari daerah yang memiliki pasokan,” ujarnya.

Skema tersebut diharapkan memberikan alternatif bagi pedagang ketika pasokan dari daerah tertentu mengalami gangguan, sehingga kebutuhan pasar Kutai Timur tidak sepenuhnya bergantung pada satu sumber pasokan.

Namun karena kerja sama masih berada pada tahap awal, efektivitas pola tersebut dalam menekan gejolak harga cabai masih bergantung pada kelancaran hubungan antarpedagang dan kemampuan daerah mitra memenuhi kebutuhan komoditas.

Pemerintah berharap kerja sama antardaerah tersebut dapat memperkuat kelancaran distribusi pangan dan menjadi salah satu strategi menghadapi kenaikan harga, terutama saat produksi lokal belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Kutai Timur. (SH/ADV)

Terkini