Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Harga Pangan Naik, Gerakan Pangan Murah Menjangkau Lima Kecamatan Kutai Timur

08 Oct 2026 01:00:35303 Dibaca
No Photo

Kutai Timur – Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan mendorong intervensi pemerintah melalui gerakan pangan murah di lima kecamatan, namun langkah tersebut perlu terus diperkuat agar tekanan harga tidak hanya ditangani melalui penjualan komoditas dengan harga lebih terjangkau.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kutai Timur Pratama Erwin Harianto mengatakan kegiatan pasar murah telah dilaksanakan di Sangkulirang, Bengalon, Kaubun, Karangan dan Kombeng sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga.

“Intervensi pasar murah tersebut sudah dilaksanakan di lima kecamatan, yaitu Sangkulirang, Bengalon, Kaubun, Karangan dan Kombeng,” kata Pratama di Kantor Disperindag Kutim, Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau, terutama kelompok menengah ke bawah yang lebih terdampak ketika harga komoditas mengalami kenaikan.

Intervensi harga juga dilakukan melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), sehingga pemerintah memiliki lebih dari satu langkah untuk merespons perubahan harga pangan di daerah.

Pratama menjelaskan pelaksanaan intervensi mempertimbangkan adanya perbedaan harga serta persoalan distribusi antarwilayah yang dapat membuat masyarakat di sejumlah lokasi menghadapi harga pangan lebih tinggi.

“Jadi ada lima kecamatan yang menjadi lokasi intervensi untuk membantu masyarakat mendapatkan komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Kondisi tersebut menunjukkan persoalan harga pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan komoditas, tetapi juga kemampuan masyarakat menjangkau harga ketika terjadi kenaikan pada sejumlah bahan kebutuhan pokok.

Karena itu, pasar murah menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk meredam dampak kenaikan harga dalam jangka pendek, terutama bagi masyarakat yang memiliki daya beli lebih terbatas.

Namun, efektivitas intervensi juga bergantung pada kesinambungan pasokan dan kemampuan distribusi pangan ke wilayah yang membutuhkan, mengingat disparitas harga antarwilayah menjadi salah satu pertimbangan pelaksanaannya.

“Untuk kegiatan pangan murah, pelaksanaannya diarahkan agar masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah, tetap dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” tuturnya.

Pratama menegaskan gerakan pangan murah dan penyaluran beras SPHP menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu mengendalikan tekanan harga komoditas pangan di Kutai Timur. (SH/ADV)

Terkini