Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Jagung Mulai Diperluas, DTPHP Kutim Perkuat Produksi Bersama Padi

23 Sep 2026 02:00:10301 Dibaca
No Photo

Kutai Timur – Penguatan produksi tanaman pangan di Kabupaten Kutai Timur kini tidak hanya berpusat pada komoditas padi. Jagung juga mulai mendapat perhatian melalui dorongan perluasan area tanam, sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan ketersediaan pangan di daerah.


Langkah tersebut mengikuti arah kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian yang mendorong peningkatan produksi padi dan jagung. Kedua komoditas tersebut menjadi bagian dari pengembangan tanaman pangan yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi di berbagai daerah, termasuk Kutai Timur.


Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur kemudian mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk kegiatan budidaya. Perluasan areal tanam dinilai penting agar peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada lahan yang selama ini telah digunakan.


Kepala Bidang DTPHP Kabupaten Kutai Timur Dessy Wahyu Fitria mengatakan, pengembangan areal tanam untuk padi dan jagung dilakukan dengan mengikuti arahan dari Kementerian Pertanian.


“Sesuai arahan dari pusat, dari Kementerian Pertanian, saat ini selain kita meningkatkan produksi padi, kita juga meningkatkan produksi jagung,” kata Dessy di Kantor DTPHP Kutai Timur, Rabu (23/9/2026).


Menurutnya, jagung menjadi salah satu komoditas yang terus didorong produksinya bersama padi. Pemerintah daerah melihat pengembangan kedua tanaman tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas basis produksi pangan di Kutai Timur.


Selain arahan Kementerian Pertanian, upaya peningkatan produksi tersebut juga dikaitkan dengan kerja sama melalui nota kesepahaman atau MOU antara Kementerian Pertanian dan Polri. Kebijakan tersebut disebut menjadi salah satu bagian yang mendukung peningkatan produksi padi dan jagung di daerah.


“Kita juga berusaha masyarakat untuk meningkatkan produksi dan perluasan area-area tanam jagung dan padi,” ujarnya.


Perluasan lahan menjadi salah satu perhatian karena peningkatan hasil pangan tidak cukup hanya dilakukan dengan mengoptimalkan lahan yang sudah berproduksi. Masih terdapat peluang untuk memanfaatkan area yang tersedia agar dapat digunakan sebagai lahan budidaya tanaman pangan.


DTPHP mendorong masyarakat untuk melihat potensi lahan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Dengan bertambahnya area tanam, kapasitas produksi diharapkan ikut meningkat secara bertahap, terutama untuk komoditas yang menjadi sasaran pengembangan.


“Jadi selain padi, jagung juga menjadi komoditas yang kita dorong,” tuturnya.


Padi tetap menjadi salah satu komoditas utama yang mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pangan masyarakat. Di sisi lain, pengembangan jagung dilakukan untuk memperluas pilihan komoditas tanaman pangan sekaligus meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian.


Dorongan terhadap dua komoditas tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan aktivitas produksi di sektor tanaman pangan. Pelaksanaannya tetap membutuhkan keterlibatan masyarakat, khususnya petani, dalam memanfaatkan lahan yang tersedia dan menyesuaikan kegiatan tanam dengan kondisi masing-masing wilayah.


Dengan perluasan area tanam padi dan jagung, DTPHP berharap produksi pangan Kutai Timur dapat terus bertambah. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan pangan daerah melalui pemanfaatan lahan yang lebih optimal dan peningkatan kegiatan budidaya masyarakat. (SH/ADV)



Terkini